Dalam Rangka Hari Guru "Pancangkan Tekat Mewujudkan Guru Bangsa Untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa"

Beritash.com,Jakarta 26 November 2016- Bertempat gedung perpustakaan nasional jl Salemba Raya no28A Kenari ,senen Jakarta puasat. Dalam mewujudkan cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa para guru harus lulus sekolah dan lulus kehidupan.Ini dapat membuka cakrawala pemikiran kita semua pemangku kepentingan di dunia pendidikan, khususnya para guru, guna peningkatan kualitas dan percepatan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

DR.rer.nat. Ir. Hj. Krisnani Styowati memaparkan “jadi power seorang guru mengapa beliau dari guru bangsa yang rumuskan Pancasila peninggalan beliau dengan karya tulisnya. Kehidupan bangsa yang cerdas, salah satu cita-cita nasional, sampai saat ini masih terus diupayakan pencapaiannya. Yang perlu kita renungkan bersama, sudah sejauh manakah perjalanan kita dalam mewujudkan cita-cita tersebut”. Apakah tingkat kecerdasan kehidupan bangsa dari waktu ke waktu semakin meningkat seperti harapan para pendiri bangsa ini ataukah justru semakin menurun?.

Apabila pelaku kehidupan cerdas maka kehidupan berbangsa pun akan menjadi cerdas. Guru memiliki peran sentral di dalam membangun kecerdasan suatu bangsa. Bung Karno menegaskan tentang peran guru di dalam bukunya di bawah bendera revolusi, yang intinya bahwa “guru adalah pembentuk akal dan jiwa anak-anak”. 

Para guru perlu membangun charakter building untuk menjadi manusia seutuhnya. Hanya dengan character building yang kuat sesuai jati diri bangsa, yang terbangun dari kumpulan character building sesuai jati diri individu-individu, maka kehidupan bangsa akan menjadi cerdas. Untuk itu sebelum terjun menjalankan tugasnya para guru harus memiliki charakter building yang kuat terlebih dahulu, yang telah banyak diasah. Bagaimana mungkin bisa membimbing, mendidik, mengarahkan untuk membangun character building di dalam diri anak didik, apabila para guru tidak pernah mengalami dan membuktikannya diri sendiri bagaimana sesungguhnya membangunnya di dalam dlrinya, mengenal betul tahapan-tahapan yang harus dilalui, sampai akhirnya dinyatakan lulus dan memiliki suatu bangunan utuh dan kuat. Untuk dapat memiliki character building tersebut hanyalah melalui sekolah kehidupan. Sekolah yang harus dilalui dan ditempuh dalam tahapan-tahapan yang nyata di dalam setiap diri manusia.

Dimulai sejak manusia masih di dalam rahim terus berjalan sesuai dengan fase-fase kehidupannya. Sekolah yang akan menghasilkan manusia yang cerdas dalam menjalani, menyikapi dan memaknai kehidupan karena dia mengenal sang pemilik kehidupan. Kehidupan di sini adalah kehidupan yang holistik mencakup seluruh aspek kehidupan, baik lahir maupun batin, yang kesemuanya tidak terlepas dari Pancasila. UUD 1945 Bhinneka Tunggal lka dan NKRl.

IR.SOEKARNO SANG GURU BANGSA

Sejak tahun 1994, khususnya tanggal 25 November, ditetapkan oleh pemerintah untuk diperingatinya Hari Guru Nasional. Tokoh yang kami angkat pada momentum Hari Guru Nasional adalah Soekarno, yang dalam ha! ini seorang tokoh yang patut kita hargai. Selain Sang Proklamator, Sang Penggali Pancasila, beliau adalah seorang Guru Bangsa.

kami mengangkat kembali wajah tokoh Soekarno yang ketiga kalinya. Dalam memperingati Hari Guru Nasional selayaknya bangsa ini menoleh kepada Soekarno. Banyak sekali pembelajaran yang beliau berikan kepada bangsa, seharusnya dikaji, digali, dipahami, dimengerti sedalam-dalamnya lalu diamalkan oleh para guru di bangsa ini.

Soekarno mendidik bangsa untuk bersifat nasionalisme di dalam sebuah bangsa, yaitu Indonesia. Guru Bangsa seorang yang bijak dan mengayomi bangsanya dengan lintas sektor, lintas agama, lintas budaya, lintas partai, lintas kelompok atau golongan, lintas ras, suku dan keberagaman Iainnya. Wajah Indonesia, khususnya ibukota, dihiasi oleh Bung Karno dengan Monumen Nasionai, dimana rasa nasionalisme itu harus menghujam kokoh ke dalam bumi dan menjulang tinggi ke langit merupakan lambang yang begitu mendalam secara hakikat. Soekarno lulus dalam Sekolah Kehidupan dan membangun rasa nasionalime begitu tinggi yang disimbolkan dengan Monumen Nasional (Monas).

Orang yang sudah tertanam rasa kebangsaan tersebut menjadi Guru Bangsa adalah sosok yang mampu mencampakkan keegoan pribadi dan kelompok

Pengayoman yang dilakukan oleh seorang Soekarno kepada bangsanya begitu matang dituangkan dalam pemikiran-pemikirannya dikerucutkan dalam Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

A.Gani Yusuf memaparkan “Pancasila yang sila ke empat dan kelima adalah menandakan bahwa kita cinta NKRI karena melambangkan Bendera Merah Putih” 

Bima Himawan Romantika memaparkan “Untuk Menjadi Guru Bangsa Tidak Boleh Terputus Mata Rantai Dengan Para Guru Bangsa Dalam Sekolah Kehidupan”