Ketum Partai Republik Meminta Komisi III DPR Segera Ambil Sikap Soal Aksi 212

Ketum Partai Republik, Mayjen (purn) Ir. Suharno Prawiro
Beritash.com, Jakarta- Rencana aksi demonstrasi pada tanggal 2 Desember 2016 besok, telah menjadi trending topik diseluruh dunia. Aksi demonstrasi ini adalah aksi susulan setelah demontrasi 4 November 2016 kemarin, dimana ummat muslim menuntut Petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alia Ahok dipenjara, karena diduga menistakan Al-quran surat Al-Maidah ayat 51.

Menyikapi hal tersebut ketua umum Partai Republik Mayjend TNI Purn Ir Dr Suharno Prawiro MM. Turut mendoakan rencana aksi ummat muslim Indonesia pada 2 Desember 2016 besok. 

"Sahabat-sahabatku yang akan Demo 212. Semoga Allah SWT meridhoi sukses, perjuangan dunia dan akherat. Selanjutnya,  Tunjuki jalan yang lurus. Jalan orang-orang yang engkau beri petunjuk," jelasnya dijakarta kamis (01/12/2016).

Kendati turut mendoakan langkah dan perjuangan masyarakat yang menyampaikan aspirasinya melalui parlemen jalanan dengan cara berdemonstrasi, Menurut Suharno, perjuangan perlu Strategi Nasional.

"Seni dan ilmu mengembangkan dan menggunakan berbagai kekuatan nasional, baik dalam masa damai maupun dalam masa perang, untuk mendukung pencapaian tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional" jelasnya.

Suharno melanjutkan, perjuangan memang membutuhkan dan menggunakan Kekuatan, untuk mencapai Tujuan. Namun begitu perlu dikaji lebih dalam biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat dalam berjuang apakah sepadan dengan tujuan dan target yang hendak dicapai.

"Demo 411, Tujuannya adalah agar Polri segera menetapkan status Ahok sebagai tersangka. Demi tujuan itu, Menggunakan tenaga lebih kurang 1 juta orang, yang berpartisipasi misal diambil rata-rata seorang yang ikut demo dengan sukarela mengeluarkan biaya @ 200.000 perorang, jika dikalikan 1 juta, apakah tidak 200 Milyar ?," ujarnya.

Lebih lanjut Untuk kasus Ahok yang besok tanggal 212 ini akan demo, masyarakat menuntut Kejaksaan agar Ahok dipenjara. Anggaplah, diestimasikan massa demo 212 ini mencapai 2 juta orang yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, ada yang jalan kaki dari Ciamis, Bandung, Naik Pesawat dari Riau, bahkan dari negara tetangga Malaysia pun ikut datang.

"Jika diestimasi masyarakat yang datang dari luar Jakarta mengeluarkan biaya secara sukarela rata-rata perorang menghabiskan @ 500.000 di kali 2 juta, apa tidak  1 Trilyun jumlah uang yang terpakai, lalu setelah itu berapa kali lagi masyarakat harus berdemo ?, bukankah hal tersebut akan menguras Kekuatan /Energi kita?," jelasnya.

Menurut ketua umum Partai Republik ini menyampaikan dan menyalurkan aspirasi dan berjuang seperti itu adalah merupakan tugasnya Dewan Perwakilan Rakyat, khususnya Komisi 3 DPR RI. Yang telah dipilih bersama-sama olehi rakyat melalui Pemilu 2014, atau setiap 5 tahun sekali.

"Apakah para sahabat tidak sabar menunggu pergantian mereka 5 tahunan, untuk 2019, tinggal 3 tahun lagi. Karena "sabar dan sholat" adalah bagian dari Perjuangan dengan menggunakan kekuatan melalui saluran jalan Partai dan DPR," bebernya bertanya.

Menurut Ketua Umum Partai Republik, Mayjend TNI Purn Ir Dr Suharno Prawiro MM. 560 anggota DPR RI sudah bisa membuat Amandemen/merubah UUD 45. Dan bisa menentukan yang lain-lainnya lagi.

"Maka jangan Golput ketika pemilu. Ketika Partai dan DPR tidak memperjuangkan aspirasi,  buat DPR Jalanan. Dan mohon Maaf jika saya tidak ikut Demo. Karena saya sudah berjuang menempuh Pemilu 5 tahunan. Karena Berjuang itu haruslah terencana terstruktur, sesuai peraturan perundang-undangan NKRI, melalui Partai Republik," tegasnya.

Belum tenaga dan dana yang pasti dikeluarkan negara untuk aparat keamanan. Dan kemungkinan konflik, korban fisik. Rawan disusupi agenda kepentingan asing, yang tidak ingin Indonesia Jaya. Hal tersebut seyogyanya menjadi perhitungan dan pertimbangan sebelum melakukan parlemen jalanan. (aka)