Mantan Ketum Apkomindo Sonny Franslay beri kerangan palsu dihadapan pejabat pemerintahan dan menggunakan keterangan palsu tersebut untuk laporkan Ketum Apkomindo dan Ketua DPD Apkomindo DIY yang sah ke Bareskrim Polri

Beritash.com - Yogyakarta, 24 November 2016.Upaya kriminalisasi oleh kelompok Yayasan APKOMINDO Indonesia yang dimotori oleh Sdr.Sonny Franslay terhadap organisasi Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) terus berlanjut. beruntung organisasi APKOMINDO telah berulangkali menang di:
Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN JakTim) [Agus Setiawan Lie & Rudi Rusdiah MELAWAN Kepengurusan Hasil MUNAS APKOMINDO 2012]Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)[Sonny Franslay MELAWAN Menteri Hukum & HAM RI dan organisasi APKOMINDO]Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara  (PTTUN) [Sonny Franslay MELAWAN Menteri Hukum & HAM RI dan organisasi APKOMINDO]
Karena kepengurusan yang dipimpin oleh Sdr. Soegiharto Santoso (Hoky) adalah pengurusan yang sah secara hukum, AD dan ART APKOMINDO-nya telah didaftarkan dan disahkan oleh  Kementerian Hukum dan HAM RI dengan SK Nomor AHU – 156.AH.01.07.Tahun 2012 tertanggal 15 Agustus 2012.
Penggunaan nama dan logo organisasi APKOMINDO yang dilakukan oleh Sdr. Soegiharto Santoso dan Sdr. Dicky Purnawibawa serta oleh 24 DPD APKOMINDO lainnya adalah untuk kepentingan organisasi dan telah sesuai dengan AD dan ART APKOMINDO.  Namun ternyata telah dikriminalisasi oleh Sdr. Sony Franslay, terbukti, hingga hari ini kelompok Yayasan APKOMINDO Indonesia masih terus melakukan upaya banding bahkan upaya Kasasi sampai ke Mahkamah Agung (MA).
Selain dari itu saat ini organisasi APKOMINDO masih harus menghadapi tuntutan dari Sdr. Sonny Franslay kepada Ketum DPP APKOMINDO Soegiharto Santoso (Hoky) dan Ketua DPD APKOMINDO DIY Dicky Purnawibawa dengan kasus disangka penyalahgunaan nama dan logo organisasi APKOMINDO. Sehingga dibuat seolah melanggar pasal 113 ayat (3), (4) UU RI No. 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP  dimana jika ditelaah dengan rinci tertuliskanayat (3) Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Sedangkanayat (4) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang dilakukan dalam bentuk pembajakan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).
Padahal sejatinya, sesuai dengan fitrahnya, seperti dikatakan Ketua Umum APKOMINDO 2015-2018, Hoky, organisasi APKOMINDO memiliki cita-cita  luhur, yakni memajukan para anggotanya dan juga industri Teknologi Informasi di Indonesia.
“Karenanya kami tidak ada niatan untuk menciderai organiasasi kita bersama ini dengan melakukan aktifitas dan kegiatan yang ilegal. Kami sendiri memiliki banyak agenda kegiatan yang sudah dan akan dikerjakan sepanjang tahun. Dan kami ingin menjalankan kegiatan tersebut dengan tenang agar organisasi APKOMINDO yang memiliki 25 DPD dan beranggotakan 2.000 anggota dapat terus berkembang semakin besar dan hebat. Meskipun kenyataannya DPP APKOMINDO yang telah berusia 25 tahun ternyata tidak mempunyai aset, tidak mempunyai kas, tidak mempunyai event, tidak mempunyai kantor, tidak mempunyai website, sehingga kantor terpaksa hanya virtual dan website baru dibuat tahun 2015, setelah saya menjabat sebagai Ketum APKOMINDO, karena aset-aset organisasi APKOMINDO dialihkan ke Yayasan APKOMINDO, tanpa persetujuan anggota organisasi, artikel pelengkapnya dapat membaca klik link inihttp://bit.ly/2g1M6hf (Ketua Umum Apkomindo Laporkan Penyelenggara Indocomtech Ke Polda Metro Jaya).” ujar Hoky.
Dalam artikel tersebut ada tertuliskan “Lebih parahnya lagi, ada yang berperan dengan cara mengatakan 'Ada orang yang sudah siap menyediakan dana supaya Hoky masuk penjara', kata-kata tersebut diucapkan berulang kali dirapat tanggal 21 April 2015, bahkan tertuliskan di WhatsApp Group History for Apkomindo dki tertanggal 24 April 2015, saya pribadi mempunyai bukti-bukti tertulisnya, selain dari itu beberapa teman yang hadir dalam rapat tersebut telah menyatakan bersedia menjadi saksinya bila proses hukum dijalankan.
Kemudian ada yang berperan melaporkan ke BARESKRIM POLRI, sehingga berhasil menjadikan Ketum DPP Apkomindo (Soegiharto Santoso) & Ketua DPD Apkomindo DIY (Dicky Purnawibawa) sebagai TERSANGKA di BARESKRIM POLRI dengan tuduhan menggunakan nama dan logo APKOMINDO.
Sebelumnya telah dikondisikan ada orang lain lagi yang berperan mendaftarkan secara diam-diam nama & logo APKOMINDO nya atas nama pribadi nya, tanpa ada persetujuan dan tanpa ada pemberitahuan kepada anggota Apkomindo, sehingga nama dan logo Apkomindo menjadi milik pribadi.