SEMA dan DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Mendorong dan Mendukung Persatuan NKRI

Beritash,Jakarta 01 Desember 2016-Prescom bertempat kampus UIN Syarif Hidayatullah, ciputat. Menyoal Indonesia yang merupakan negara kesatuan dengan beragam agama, suku, bahasa, ras, dan Warna kulit, tentunya, sekilas nampak pelik dan rentan terhadap ancaman perpecahan serta konflik. Banyak faktor yang bisa dijadikan peluang untuk memecah belah kesatuan Indonesia karena sejatinya Indonesia adalah bhineka (berbeda). Dari ke-bhineka-an tersebut diharapkan mampu menjadi sebuah semangat persatuan untuk tetap menjaga tanah air yang diperjuangkan dengan tetesan darah dan nyawa.
Bhineka tunggal ika  yang sering diartikan berbeda-beda namun tetap satu, bukan hanya sebatas slogan namun harus dapat diejawantahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukan lagi menjadi ha! yang aneh dan mngkhawatirkan tentang perbedaan di negeri ini karna dalam sejarah perjuangan tercatat bahwa para pejuang yang berjuang melawan kolonialisme yang semula bersifat lokal bersatu menjadi sebuah perjuangan nasional. Perjuangan-perjuangan tersebut adalah atas nama memperjuangkan dan membebaskan tanah air sehingga para pejuang pun bukan hanya datang dari kalangan agamawan, abangan, ataupun bangsawan. Tapi datang dari seluruh rakyat dengan melepaskan segala identitas dan perbedaannya.
Aksi umat islam (4/11) dengan tuntutan adili Gubemur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahja Pumama atau Ahok yang terduga menistakan agama melalui video yang beredar di media sosial, merupakan salah satu gambaran kontlik yang terjadi karena adanya perbedaan latar belakang yang dimiliki rakyat Indonesia. Di sisi yang lain, peristiwa tersebut juga mcrupakan bukti penerapan demokrasi di negeri ini, di mana masyarakat dipersilahkan menyampaikan aspirasi dan tuntutannya di mnka umum. Setelah aksi tersebut digelar dan tuntutan para dcmonstran dipenuhi, kemudian proses hukum berjalan dan menetapkan Ahok sebagai tersangka. Walaupun sejalinya, proses hukum untuk Ahok sudah berjalan sebelum adanya demonstrasi tersebut.
Namun, hal itu tidak serta merta menyudahi konflik yang ada. Isu yang beredar menyebutkan bahwa tanggal 2 Desember mendatang, para warga akan berkumpul di Monas untuk melakukan demo susulan. Lebih lanjut, sumber yang lain mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukanlah demo melainkan sholat jumat berjamaah dan doa bersama yang digelar untuk persatuan bangsa.
Untuk mcnyikapi kondisi bangsa sekarang ini, SEMA dan DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menuntut:
1. Persoalan terduga penistaan agama segera diselesaikan dan beralih ke hal-hal yang lebih substansial sebagai contoh menindak tegas persoalan yang kontra prodoktif secrti terorisme, korupsi, dan konflik agraria di berbagai daerah.
2. Tindak tegas persoalan lain yang berpotensi mengancam keutuhan NKRI.
Selanjutnya, SEMA dan DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mendorong dan menyerukan: 1.Persatuan umat Islam dan kebangsaan, 2. Mendukung ulama dan umara bersatu, dan 3. Bergotong-royong untuk menjaga keutuhan NKRI.
SEMA dan DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ikut mengapresiasi terhadap kinerja.
KAPOLRI,TNI,aparat penegak hukum, tokoh-tokoh agama, dan seluruh warga negara yang turut serta membantu menjaga kcutuhan ncgeri ini meskipun banyak konflik-konflik perpecahan yang terjadi.
Selain menjaga keutuhan bangsa, kita juga wajib bergotong-royong menyelesaikan persoalan negeri ini bersama-sama sebagai perwujudan dari rasa memiliki Indonesia. Kalau bukan kita siapa lagi anak bangsa yang akan peduli dan mengisi kemerdekaan NKRI.