Refleksikan Akhir Tahun, MPR RI Diksusi Demokrasi Pancasila dengan Pelajar NU

Anggota DPR RI Zainut Tauhid, saat menyampaikan gagasan tentang pemahaman demokrasi pancasila, Rumah Aspirasi Jakarta 
Jakarta, beritash.com -- Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Fraksi PPP, Zainud Tauhid Sa'adi mengadakan diskusi rutin dengan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Majelis Alumni IPNU di Rumah Aspirasi Zainud Tauhid. Jakarta, Sabtu, (17/12/16).

Tema kajian ini seputar pemahaman demokrasi pancasila yang juga menjadi refleksi akhir tahun sebagai respon terhadap keadaan yang berkembang saat ini, seperti persoalan serius yang menyasar basis demokrasi yaitu persatuan, keadilan, kesenjangan sosial. 

"Indonesia adalah negara demokrasi yang menganut Pancasila sebagai "the way of life bangsa." ‎dan Pancasila juga mengandung nilai-nilai filosofis ideologis agar anak bangsa terutama pelajar NU tidak kehilangan arah dan jati diri bangsanya". papar zainud yang juga pernah jadi Ketua Umum PP IPNU periode 1988-1996.

Menurutnya, kaitan dengan organisasi banom NU ini bahwa IPNU harus terus melakukan kaderisasi dengan penguatan wawasan kebangsaannya sebagai arah kehidupan berdemokrasi dan faham keaswajaan sebagai kehidupan beragama.

Zainut menambahkan, keempat pilar masing-masing Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika harus terus dikembangkan. Karena pelajar saat ini, sudah banyak yang terkikis pemahamannya terkait nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP IPNU periode 1996-2000 Hilmi Muhammadiyah juga memberikan gagasannya terkait ancaman disintegrasi bangsa yang banyak diwarnai oleh pemuda dan pelajar anarkis yang lemah terhadap pemahaman pancasila. 

"Gagasan ini hendaknya diartikan sebagai peringatan bagi bangsa Indonesia, dengan menempatkan kembali arah reformasi ke atas jalur sejarah. ‎Empat pilar kebangsaan yang setelah dimaknai dan diketahui masyarakat indonesia harus benar-benar diterapkan. Disamping itu, pengurus NU harus berangkat dari pengurus IPNU.

Menurut Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid, Kajian kali ini dalam rangka menyikapi berbagai persoalan yang berkembang hari ini. "IPNU berupaya memperkuat pelajar NU dari pusat sampai ranting dalam upaya merekatkan kebhinekaan. IPNU telah berkayakinan bahwa NKRI sudah final sehingga mengecam pihak mana pun yang mengancamnya". ujarnya. (fr)