SESKOAL KEMBALI MENDIDIK 130 PERWIRA SISWA DIKREG SESKOAL ANGKATAN KE-55

Beritash.com,Jakarta,13,1,2017, Seskoal,- Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) kembali akan mendidik 130 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoal Angkatan ke-55 Tahun Pelajaran 2017 selama 10 bulan di Kampus Seskoal, Bumi Cipulir, Jakarta Selatan.
Ke-130 Pasis tersebut adalah 118 Pasis TNI AL yang terdiri dari 39 Korps Pelaut (P), 15 Korps Teknik (T), 11 Pasis Korps Elektronika (E), 13 Pasis Korp Suplai (S), 22 Pasis Korps Marinir (M), 5 Pasis Korps Kesehatan (K), 10 Pasis Korps Khusus (KH) dan 3 Pasis Korps Polisi Militer (PM). Sementara TNI AD dan TNI AU mengirimkan masing-masing 2 Pasis, serta 8 Pasis dari negera sahabat yaitu Amerika Serikat, Australia, India, Malaysia, Pakistan, Republik Korea, Singapura dan Thailand.
Kegiatan ini diawali dengan Upacara Pembukaan Pendidikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., seteleh menerima Laporan Kesiapan Pendidikan yang disampaikan Dirdik Seskoal Kolonel Laut (P) Eko Wahyono, S.E, di Gedung Jos Soedarso Seskoal, Bumi Cipulir, Jakarta Selatan, Jumat (13/01).
Upacara Pembukaan Dikreg Seskoal Angkatan ke-55 merupakan awal kegiatan pendidikan yang dilaksanakan oleh Seskoal sebagai lembaga pendidikan tertinggi matra laut. Pendidikan ini bertujuan untuk mendidik dan membekali para perwira menengah terpilih yang disiapkan sebagai calon-calon pemimpin TNI AL dan TNI masa depan.
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., mengatakan perkembangan lingkungan strategis yang dinamis berdampak kepada tantangan tugas TNI AL yang semakin kompleks. Kompleksitas ini dapat dilihat salah satunya dari jenis peperangan yang telah memasuki generasi kelima yaitu peperangan hybrid (Hybrid Warfare) yang merupakan perpaduan dari perang konvensional, perang yang tidak teratur dan perang cyber. Oleh karenanya, untuk menghadapi tantangan tersebut TNI AL membutuhkan perwira-perwira yang profesional, adaptif dan antisipatif terhadap perubahan lingkungan strategis, salah satunya dengan pelaksanaan pendidikan ini.
‘’Seskoal diharapkan mampu menjadi wahana pengembangan, pematangan dan penyamaan pola pikir, pola sikap dan pola tindak bagi para Perwira yang dididik dan pelaksanaan pendidikan ini agar berorientasi kepada upaya untuk memperluas cakrawala pandang dan mempertajam kemampuan analisis sehingga para siswa didik memiliki visi jauh ke depan serta mampu mengambil inisiatif dan keputusan dengan cepat dan tepat”, ujar Laksamana bintang empat ini. 
Pada bagian lain dikatakan bahwa saat ini, Dikreg Seskoal selain melaksanakan pendidikan pengembangan, juga melaksanakan pendidikan pascasarjana terapan strategi operasi laut dengan gelar Magister Terapan Strategi Operasi Laut (M.Tr. Hanla) sehingga para siswa diwajibkan untuk menyelesaikan beban kuliah sebesar 48 satuan kredit semester (SKS) dan menyusun tugas akhir berupa taskap.
Menurut Kasal, pendidikan pascasarjana yang telah dilaksanakan merupakan suatu terobosan positif dalam mengembangkan kemampuan akademis. Namun demikian ilmu-ilmu dasar keangkatanlautan yang harus dikuasi oleh seorang Perwira Menengah lulusan Seskoal tidak sampai diabaikan. Hal ini menjadi tantangan bagi Seskoal sebagai “Naval and Maritime Center of Excellence” yang dituntut mampu membentuk peserta didik menjadi teknokrat Angkatan Laut yang dapat mengembangkan ide-ide pemikiran strategis secara konseptual terutama dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. 
Acara yang dihadiri para pejabat utama Mabesal, Para Pangkotama wilayah Barat dan Timur, Perwira Tinggi wilayah Jakarta dan Surabaya, para Athase Pertahanan, para Pejabat Sesko TNI, Sesko Angkatan dan Polri, para pejabat Kementerian Pertahanan, Dosen Pengajar Non Organik, Komandan Seskoal  Laksda TNI Arusukmono Indra Sucahyo, S.E, M.M., Wadan Seskoal Laksma TNI TSNB. Hutabarat, M.MS, para pejabat utama Seskoal serta Patun dan Dosen Seskoal ini ditandai dengan pemasangan tanda peserta siswa kepada perwakilan Perwira Siswa Thailand dan Indonesia oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P.