"SETlAP RUH INGlN KEMBALI KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA DENGAN SELAMAT"

Beritash.com,
Jakarta, 18 Februnrl 2017
~ Yayasan Tunas Sejati yang manaungi Lembaga Pendidikan Tinggi ilmu Tauhid Tunas Sejati pada hari ini menyelenggarakan Pagelaran Seni dengan tema : ”Setiap Ruh Ingin Kembali Kepada Tuhan Yang  Maha Esa Dengan Salamat".

Bertempat di Ruang Harmoni. Hotel Harper MT Haryono jalan. Biru Laut X ~ Cawang Jakarta Timur.PagelaranSeni di sugukan untuk berbagai komponen bangsa. Tuna Paaehnn Seni disuguhkan untuk herbagai komponen bangsa. pelalar, mahasiswa dan masyarakat lintas lembaga agama dan profesi. Acara ini digelar sebagai wujud kontribusi kami dalam mengajak semua komponen bangsa agar dapat merenungi bahwa setiap Ruh tanpa memandang agama,suku, ras ingin kembali kepada Tuhan Yang yang maha esa dengan selamat. Walaupun kecil namun diharapkan dapat memberikan dampak bagi siapapun yang tergetar dengan acara ini.

Pagelaran Seni ini didukung oleh Para Talent Evi Sumardiani, Suhasbi, Alex Luhulima, Saskia Tasnim Utami,Tomi Tri Andianto. Sukardono Utomo, Salsabila Luqman, dan Penari Sufi lSAQ Talent. Sebuah perpaduan seni yang menggambarkan perjalanan hidup manusia untuk menemukan jati dirinya dan menjalani kehidupan sesuai dengan iradat Allah. Berbagai Karya lbu Susilawati Susmono (Guru Besar Lembaga Pendidikan Tinggi ilmu Tauhid Tunas Sejati dan ISAQ Education Center) ditampilkan antara lain Iagu Liku-liku Kehidupan, jati Diri, Dunia Fana, Kemenangan kebenaran Hakiki. Kutemukan Kasih Sayang, Pintu Tobat Selalu Terbuka, Kasih yang Suci, Saling Mengasihi,pasrah,yakin Padamu Satu dan Selalu. Pada Pagelaran kali ini hampir seluruh tampilan diiringi tari sufi dengan berbagai format lagu-lagu tersebut diaransemen oleh seorang maestro biola Indonesia almarhum ldris Sardi dan beberapa diaransemen dan diiringi secara live oleh Alex Luhulima.

Tampilan seni tersebut secara substansi diulas oleh para narator yaitu : DR rer. nat.Ir.Hj. Krisnani Setyowati (Derektur Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Tauhid Tunas Sejati), Bima Himawan Ramantika. ST . MM (Direktur ISAQ education Center), lr. Hi. Sandra Rina Sahelangi, MBA (Ketua Yayasan Riyadhatul lhsan), H Dedi Luqman junaedi Uton(Pengawas Yayasan Riyadhatul lhsan), Hj. Nuzulia Hasanah ( Ketua Yayasan Tunas Sejati). H. Sukardono Utom )anggota Yayasan Tunas Sejati), Zuhartina S. Pd ( Pengurus Yayasan Tunas Sejati) serta Bekti Baskoro (Pengurus yayasan Tunas Sejati).

Pesan-pesan yang diangkat dalam Pagelaran Seni ini adalah: “Setiap Ruh sebagai anak cucu Adam universal tanpa memandang agama, suku, ras, tetapi yang paling utama adalah anak cucu Adam. dipanggil oleh Allah mengenakan pakaian penutup aurat, pakaian perhiasan dan yang ketiga, pakaian tagwa. Tidak akan ada tagwa mengenal Tuhan Yang Maha Esa dalam arti mengenal Tauhid Dzati. Tidak ada sifat tanpa adanya Dzati. Tidak ada sifat tanpa adanya dzat. Untuk itu apabila bangsa ini ingin bangkit, solusi utama adalah mengenal Tuhan Yang Maha Esa diawali dengan mengenal MakrifatDzat,Makrifat Sifat, Makri'fat Asma dan Makrifat Fi’il.

Jika manusia sudah mengenakan ketiga pakaian tersebut di atas secara hakikat dan sudah mengenal sanpai pada Tauhid Dzati, Sifat 20 Allah akan diberikan karena itu melekat kepada Dzat. Mendaki mutlak harus dilakukan sampai selesai tanpa meninggalkan kebelangan setitikpun. Artinya,secara tulus ingin mengenal Allah tanpa embel-embel apapun urusannya di dunia, termasuk karena harta dan jabatan yang diinginkan.

Semoga pesan-pesan yang disampaikan dalam Pagelaran Seni ini, gaungnya mampu mencapai pelosok negeri dan mengingatkan kita semua agar berupaya menjalani kehidupan sesuai kodrat jati diri sehingga pada masanya nanti dapat pulang dengan selamat kepada Tuhan Yang Maha Esa.