BANGSA INDONESIA LAHIR DARI HIMPUNAN PARA INSAN KAMILA,INSAN YANG PARIPURNA,INSAN YANG MEMILIKI KRAKTER UTUH DALAM MEMBANGUN PEMRADABAN, AKHLAK, MORAL. MENTAL, SPIRITUAL YANG TANGGUH

Beritash, Jakarta,18 Maret 2017-yayasan Tunas Sejati yang menaungi lnstitut Kajian llmu Al-Quran An Najm-Jakarta pada hari ini menyelenggarakan Seminar Naslonal dengan tema: ”Bangsa Indonesia Lahir Dari  Himpunan Para Insan Kamila. lnsan Yang Paripurna. lnsan Yang Memiliki krakter Utuh  Dalam Membangun peradaban, Akhlak. Moral. Mental. Spiritual Yang Tangguh".

Bertempat di Aula Serbaguna Galeri Nasional Indonesia jl. Medan Merdeka Timur No 14, Gambir,jakarta pusat.Seminar Nasional diselenggarakan untuk berbagai komponen bangsa, pelajar, mahasiswa dan masyarakat lintas lembaga,agama dan profesi.Acara ini digelar sebagai wujud kontrubusi kami dalam mengalak semua komponen bangsa agar dapat merenungi ajakan untuk Monoleh kembali jati diri Bangsa lndonesla yang demikian luar biasa yang telah diberikan oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa.Walaupun kecll. namun diharapkan dapat memberikan dampak bagi siapapun yang targetar dengan acara lnl.

Seminar Nasional kali ini  diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan : Indonesia Raya, 
dilanjutkan dengan Mars lSAQ Education Center dan Hymne Tunas Sejati, pembacaan ayat suci Al-Quran QS. Ya Sin (36):1-6 dan QS. Al Kahfl (18): 10 -11 dan Pada segmen ke-2 paparan berjudul “Insan Kamila, Insan Yang Menduduki Kursi Kodral Berdasarkan lradat Allah Tuhan Yang Maha Esa” disampaikan oleh Bima Himawan Ramantika,ST,MM.
(Direktur ISAQ Education Center) dilanjutkan dengan tanya jawab.

Pada segmen ke 3
Direktur Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Tauhid Tunas Sejati DR rer. nat. Ir. Hj. Krisnani Setyowati menyampaikan paparan yang berjudul :"lnsan Kamila Selalu Memandang Segala Sesuatu Dengan Pandangan Bashirahnya" yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada segmen ke-2.
dan ke-3, acara dipandu oleh moderator: Sedardjuningsih (Sekretaris ISAQ Education Center).

Dalam seminar ini juga digelar berbagai Karya Ibu Susilawati Susmono selaku Guru Besar Institut Kajian llmu Al-Quran An-Najm lakarta. Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Tauhid Tunas Sejati dan ISAQ Education Center, ditampilkan antara lain lagu Kosongkan, Kesombongan,Tuhan Maha Pasti, Koreksi Diri dan Mengevaluasi Diri serta  puisi bertajuk “Tuliskanlah”. Tampilan seni yang disajikan oleh ISAQ Talent, Qadarasmadi Rasyid,S,Hum, Saskia Tasnim Utami, Tomi Tri Andianto dan diiringi secara live oleh Alex Luhulima tersebut ikut memperkuat pesan-pesan yang ingin disampaikan penyelenggara dalam seminar ini.

Pesan-pesan yang diangkat dalam Seminar Nasional ini adalah:"jika bangsa Indonesia yang menikmati kemerdekaan tanpa mengenal kunci rahasia jati dirinya",maka apalah jadinya.Tidak akan sanggup putera-puteri bangsa Indonesia menghargai jati diri yang telah diberikan Allah kepada para pendiri bangsa yang telah terhimpun kekuatannya pada saat itu. Mereka membangun karakter yang utuh,membangun peradaban,akhlak dan moral,mental spiritual yang tangguh dengan berdarah-darah dan pengorbanan yang sangat luar biasa besarnya.Penikmat kemerdekaan seolah-olah menikmati kemerdekaan adalah haknya,padahal kewajiban di dalam menikmati kemerdekaan harus tersambung taIi murninya kepada jati diri yang terhimpun.Jika tidak,maka 
silaturahmi dalam menikmati kemerdekaan akan terus diacak-acak oleh bangsa asing. Sadarkah 
bangsa Indonesia dengan jati dirinya?"

"Bangsa Indonesia dibangun oleh kakek nenek moyang dari masa dahulu hingga kemerdekaan semuanya tidak luput dari perenungan, tafakur. tahanuts, bertapa dan berkhalwat dilakukan oleh mereka dahulu.Jangan hanya melihat penghujung atau pada saat kemerdekaan yang dilakukan oleh Bung Kamo dan Bung Hatta, tetapi Iihatlah dan napak tilaslah perjuangan-perjuangan yang dilakukan oleh semua kakek nenek moyang selama tiga setengah abad. Saat ini bangsa Indonesia sedang diaduk-aduk dan apabila tidak kuat pijakannya kepada jati dirinya tentu akan mudah untuk terperosok mengikuti kehendak bangsa asing".

Semoga pesan-pesan yang disampaikan dalam Seminar Nasional ini, gaungnya mampu mencapai pelosok negeri dan mengingatkan kita semua agar berupaya kembali kepada jati diri Bangsa Indonesia.