Diskusi Masyarakat Pribumi (Dimas bumi) Saatnya Pribumi Menentukan Pilihan

Beritash, Jakarta 18,03,2017- DPP Geprindo mengadakan Diskusi masyarakat pribumi (Dimas Bumi) dengan tema saatnya pribumi menentukan.
Mengundang dan di hadiri
Nara Sumber  sbb :
*1. Bp.H.M Taufik,SH,MH (Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta)*                     
*2. BP H Maman Firmansyah,SH (Ketua Fraksi PPP DPRD Provinsi DKI Jakarta)*
*3. Bp DR Chozim Amirullah (Pendopo)*
*4. Bp H Ridwan Saidi (Budayawan)*
*5. BP KH Noersofa Tohir,S.Ag (Tokoh Masyarakat)*
Ambon,Praja dan Pak Hidayat.
Panitia Pelaksana Priyono,J A.
Presiden GEPRINDO Bapak Bastian P Simanjuntak dan teman-teman seperjuangan.

GEPRINDO (Gerakan Pribumi Indonesia) ingin mengubah paradigma tersebut, salah satu usaha yang telah sedang dilakukan adalah dengan membentuk kepengurusan ditingkat Kelurahan, lalu pengurus GEPRINDO Kelurahan yang akan membentuk Kepengurusan tingkat Kecamatan dan seterusnya. Pola ini bertujuan agar Pengurus GEPRINDO Kelurahan lebih punya power bukan seperti yang terjadi pada kebanyakan ormas maupun parpol selama ini malah sebaliknya.
Kata sambutan di sampaikan oleh Bapak Priyono,"acara ini inisiatif gerakan pribumi Indonesia,saat nya pribumu menentukan pilihan".Ummat
Islam berhak untuk memilih pemimpin yang Islam,tapi bukan unsur SARA,ujar Bapak Priyono yang menwakili GEPRINDO.
Kabar gembira dengan adanya penolakan reklamasi,dan ini adalah perjuangan dari team pengacar paslon no 3,jadi kita harus mendengun kan kalau Ahok ini tidak bisa bekerja mereka tidak mendukung
Rakyat tapi mendukung pengembang
Untuk membuat pulau reklamasi jadi bebas masuk ke pulau dengan jembatan jadi mereka seenaknya memindahkan para masyarakat bukan di gusur tapi di tata.

Usama abdul aziz  "menyimpulkan Topik menyangkut dp rmh 0% yang  selalu di pertayakan paslon relawan sebelah.
Pak anies menjelaskan  perumahan kerjasama bank DKI tuk perumahan dp 0% perumahan membantu masyarakat bawah untuk mempunyai rumah".

President DPP geprindo bapak sabastian simanjuntak mengatakan
"rakyat pribumi semakin bersatu dan bersemangat
Jakarta tidak sperti dulu tidak ada lapangan bola, ini Indonesia yang menganut paham neoliberal tidak di bedakan lagi kuat yang lemah tidak bedakan lagi tentunya masyarakat masih lelah akan tergusur dari tanah indonesia ,
tidak seperti Jamannya sukarno dan suharto".