Hilangnya Berkas Asli Permohonan Gugatan dari Kabupaten Dogiyai di MK

Beritash , 23,3,2017- Kutipan wawancara Calon bupati kabupaten Dogiyai  Markus Waine Goo dan DPP Partai HANURA minta pertangung jawaban ke Mahkama Konstitusi atas hilangnya dokumen penting, mereka sudah datang jauh-jauh dari papua menuntut untuk keadilan.
Sehubungan dengan berkembangnya informasi tentang pencurian berkas asli permohonan gugatan dari paslon cabup Markus Waine-Angkian Goo dari Kabupaten Dogiyai di Mahkamah Konstitusi, serta konferensi pers Sekjen MK tanggal 15 Maret 2017 dan konferensi pers Sekjen MK tanggal 22 Maret 2017, kami selaku Masyarakat Dogiyai Pecinta Keadilan menyampaikan informasi dan tuntutan sebagai berikut:

1. Agar Bapak-bapak menyampaikan informasi yang benar kepada pimpinan sehingga pimpinan memperoleh pijakan yang benar dalam membuat keputusan.

2. Dalam konferensi pers tgl 15 Maret 2017, sekjen MK menyatakan bahwa tidak ada dokumen hilang, padahal beliau tahu persis ada dokumen hilang.Semoga kebohongan publik seperti ini tidak terus dilanjutkan oleh yang bersangkutan.

3. Dalam konferensi pers tanggal 22 Maret 2017, ketua MK menyatakan bahwa yang hilang hanya 1eksemplar, bukan 1 berkas. Padahal jelas nyata, sesuai laporan polisi dan dalam persidangan 1 dan 2 di MK, yang hilang bukan hanya
berkas asli permohonan, tetapi juga surat kuasa hukum asli,itu artinya 1 bundel (1 berkas) bukan 1 dokumen.

4. Agar semua jenis kebohongan publik atau penyembunyian sebagian fakta tidak Iagi dilanjutkan demi citra dan marwah MK sendiri.Jika kebohongan dilanjutkan maka itu membuat kita semakin bertanya, ada apa di Mahkamah Konstitusi? ,

5. Semua berkas yang dicuri pastilah diperjual belikan kepada pihak yang berkepentingan. Pihak yang berkepentingan itu adalah termohon dan pihak terkait, dan oknum-oknum yang berada di belakangnya.

6. Pencurian dan jual beli dokumen pengadilan adalah modus mafia hukum yang nyata masih mencengkeram MK, berusaha untuk mempengaruhi jalannya pengadilan.

7.Dalam kasus Pilkada Dogiyai sebagaimana kami alami, kami telah dicurangi habis-habisan di Dogiyai, karena itu kami tidak ingin lagi dicurangi di Jakarta (Mahkamah Konstitusi).Kami menuntut keadilan.

8.Setelah kami dicurangi secara Terstruktur, Sistematis, dan Massif (TSM) Dogiyai, ternyata dalang-dalang TSM tangannya masih bisa menjangkau jauh ke Jakarta, hingga di Gedung MK, bekerjasama dengan mafia hukum yang ada di MK.

9. Karena itu, pencurian berkas dan jual bell dokumen tidak berdiri sendiri berhubungan dengan dalang TSM di Dogiyai. Kami jelas di rugikan karena kesempatan kami memperoleh keadilan di ganggu dan dihalangi.

10.Kami menuntut agar kejadian ini diusut tuntas termasuk Siapa-siapa mafia hukum, siapa pembeli dokumen, serta modus TSM, agar tercapal keadilan yang maksimal. 

11.Pelanggaran ini sangat serius dan merusak rasa keadilan.Kepada siapa lagi kami harus menggantungkan kepercayaan jika MK pun tidak Peduli.Apalagi jika MK bersikukuh hanya menjadi Mahkamah Kalkulator Sengketa Pilkada.

Demikian tuntutan kami, atas perkenannya kami sampaikan beribu terimakasih.

Jakata, 24 Maret 2017
Atas nama Masyarakat Dogiyai Pecinta Keadilan ,Markus Waine

Kutipan wawancara bupati dan DPP Partai HANURA minta pertangung jawaban ke Mahkama Konstitusi atas hilangnya dokumen penting, mereka sudah datang jauh-jauh dari papua menuntut untuk keadilan.

16 Alasan Terjadinya TSM Di PILKADA KAbupaten DOGIYAI

KPU
1, Menggelembungkan DPT tanpa dasar hukum yang jelas.

2, Menjenggal bakal calon bupati lain di Dogiyai.

3, Pengadaan Logistik sampai pendistriabusian kertas surat suara dilakukan di kabupaten lain (NABIRE).

4, Merubah Rekapan Model C1-KWK dari distrik Piyaiye dan Sukikai selatan sebelum pleno Rekapitulasi.

PANWASLU

1,Memberikan Bupati Nabire adakan pertemuan-pertemuan politik dengan masyarakat Dogiyai.
2, Membubarkan kesepakatan masyrakat (sistem ikat).
3, Keterlibatkan ketua Panwas Yang sudah Dinon - Aktifkan.
4, Mengabaikan Tugas Tidak melayani pengajuan paslon pasca pleno rekaptulasi dikantor Panwas Dogiyai selama 3 hari.

KAPOlRES NABIRE
1, Memberikan pengawalan Khusus kepada Bupati Nabire naik ke Dogiyai selama Pilkada.
2, Terlibat dalam pertemuan khusus dan pemukulan warga.
3, Mengawal ketua panwas non-Aktif untuk membubarkan kesepakatan masyarakat.
4, Menghadang paslon no,4 didepan kantor panwas Dogiyai saat pengaduan di kantor panwas.

(BUPATI TETANGGA)

1, Sebelum dan setelah selesai kampanye aktif turun ke dogiyai membantu paslon 1 tanpa surat cuti.
2, Bertemu dan mengatur penyelenggara Pilkada Dogiyai, TGL 15-16 Februari 2017.
Sehingga terjadi pemukulan terhadap warga pada tgl 16 Februari 2017.
3, Berkeliling Dogiyai menggunakan pesawat chesna dan helikopter menyebar money politics.
4, Membeli berkas permohonan paslon markus waine-angkian goo di Mahkamah konstitusi.