FILM TNI Merah Putih Memanggil GLORY or DEAD

Beritash, 27 April 2017
TUJUAN PEMBUATAN FILM

1.Menunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa TNI mempunyai kemampuan yang tangguh menghadapi teroris,baik teroris lokal maupun teroris internasional.

2.Memberi keyakinan kepada masyarakat Indonesia bahwa TNI akan selalu berada dimana pun juga apabila dibutuhkan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia.

3.Meyakinkan pihak Iuar,baik kepada negara Iain atau kelompok teroris internasional bahwa TNI tidak akan ragu-ragu melindungi rakyatnya dari ancaman teroris.

4.Menunjukkan bahwa TNI mempunyai doktrin ”Deterrence Strategy” yang bisa dilaksanakan setiap waktu.
1.Perkembangan ancaman dalam dan luar negeri.
2. Berkembangnya teroris internasional di luar negeri seperti di Timur Tengah, Afrika Utara (Somalia) dll, dan di Asia pada umumnya serta
Asia Tenggara pada khususnya.
3. Penyanderaan Warga Negara Indonesia oleh kelompok teroris tertentu.
4.Image TNI di masyarakat dalam menghadapi ancaman,khususnya teroris.
Produksi Film

Shooting dimuIai sejak tanggal 29 Maret 2017 sampai 30 April 2017 di daerah Gunung Bundar di Selatan Kota Bogor.Dilanjutkan lagi mulai tanggal 2 Mei sampai 15 Mei 2017 di Pantai Anyer,Banten dan sekitarnya.

Melibatkan pasuk Kopassus TNI AD, Marinir,Kopaska,Penerbal juga KRI Diponegoro dan Kapal Selam KRI Nanggala dari TNI AL,serta Skuadron SU-3O dari TNI AU.

PASKA PRODUKSI FILM

Mulai 15 Mei s.d 15 September 2017 untuk Editing,Grading/Colour Correction,CGI /Visual Effect,Sound Mixing,Music,Mastering,Sensor DCP.
Sebagian dilaksanakan di Amerika Serikat.

CREW DAN PEMAIN FILM

Sutradara: Mirwan Suwarso
PenulisCerita & Skenario : TB Silalahi
Produsernya Josie S. Karjadi Eksekutif Produser : TB Silalahi Director of Photograph/Cameramen. Steve Mason, ACC, ACS.
Pelaksana Produksi : Gabungan Puspen TNI, TeBe Silalahi
Pictures dan EC Entertainment

Pemain Fllm:

Pemeran Utama Pria : Maruli Tampubolon
Pemeran Utama Wanita : Mentari De Marelle
Pemeran Pembantu Pria :Verdy Bhawanta, Aryo Wahab, Restu Sinaga
Pemeran Pembantu Wanita: Prisia Nasution
Pemain Lainnya : Prajurit Kopassus TNI AD,Prajurit Marinir dan Kopaska TNI AL,Pilot Pesawat Tempur Sukhoi SU-30 TNI AU, serta Prajurit TNI lainnya.

PERTUNJUKAN PERDANA

Tanggal 5 Oktober 2017 bersamaan dengan HUT TNI (Film TNI ini
merupakan bagian perayaan HUT TNI tahun 2017).

Merah Putih Memanggil

Cerita film ini dimulai dengan adanya Pembajakan kapal pesiar ukuran sedang berbendera Indonesia,Merah Putih diperairan wilayah Indonesia oleh teroris internasional.

Satu orang awak kapal ditembak mati di kapal karena melakukan pembangkangan.Empat orang awak kapal termasuk kapten beserta tiga orang warga negara Perancis,satu orang warga negara Kanada dan satu orang warga negara Korea,Selatan diculik dan dibawa ke suatu daerah di bagian selatan negara tetangga.

Pimpinan penculik meminta tebusan dari negara-negara yang warga negaranya diculik dan sudah barang tentu termasuk Indonesia.TNI tidak bisa berbuat apa-apa karena teroris itu berada di negara lain/tetangga.

Negara tetangga tersebut juga sedang kewalahan menghadapi para teroris ini karena Pemerintahnya sendiri mengalami banyak masalah dalam negeri.Namun karena pendekatan dari Pemerintah Indonesia negara tetangga tersebut memberi ijin dan kesempatan kepada TNI untuk masuk ke daerahnya untuk membebaskan sandera dibatasi dalam waktu 2x24 jam.

Untuk itu TNI membuat rencana Operasi Gabungan yang melibatkan semua Angkatan.TNI AD melakukan operasi tertutup/pendadakan dengan mengirimkan 1 team dari Batalyon Anti Teror Kopassus yang diterjunkan malam hari secara free fall.Dalam keadaan siap siaga akan dibantu pesawat tempur dari TNI AU serta kapal-kapal perang TNI AL di pantai serta operasi Kopaska atau Pasukan Katak dan Batalyon Marinir untuk didaratkan.Semua satuan-satuan TNI ini akhirnya dilibatkan.

Akhirnya operasi pembebasan berjalan dengan berhasil,walaupun ada korban di pihak TNI dan di lain pihak pasukan teroris dalam jumlah yang besardapat dilumpuhkan dan dihancurkan.

Dalam film ini juga ditunjukkan aspek manusiawi antara lain kisah keluarga yang ditinggal dan terjalinnya percintaan antara perempuan warga negara Perancis clan Komandan Team yang masih lajang yang dilatarbelakangi perasaan berhutang budi karena jiwa dan keluarganya diselamatkan.

Film ini diakhiri dengan pemakaman para pahlawan TNI di makam pahlawan yang bertempur sampai tewas untuk membela martabat bangsa Indonesia.

Cerita dalam film ini berupa fiksi dan negara tetangga yang dimaksudkan bersifat hipotetis.Namun pasukan yang ikut dalam film ini adalah pasukan TNI dari Angkatan Darat,Angkatan Laut dan Angkatan Udara,serta sebagian kecil adalah para pemain film.Tujuan Film ini untuk menunjjukan bahwa TNI mempunyai kemampuan yang sangat tinggi untuk melakukan Operasi Militer di daerah manapun guna mempertahankan martabat Bangsa dan Negara Indonesia.