Penumpang Wings Air Pertanyakan Biaya Tambahan Over Bagasi Tanpa Bukti Pembayaran

Beritash, Jumat 7,4,2017--Seorang penumpang bernama Faisal (40) mengeluhkan pelayanan petugas maskapai Wings Air. Faisal merupakan penumpang rute Bandara Dobo di Kepulauan Aru tujuan Jakarta.

Dia protes lantaran ia dikenakan biaya tambahan sebesar Rp2.020.000 tanpa disertai bukti pembayaran jelang keberangkatan pada 6 April lalu. Pembayaran tersebut menurutnya terkait dengan kelebihan barang dari batas yang telah ditetapkan.
"Sebelumnya saya telah dua kali mengalami penundaan terbang dengan alasan kapasitas bagasi pesawat sudah penuh. Saya menerima alasan itu," katanya.
Pada pemberangkatan pertama, kata Faisal, jumlah barang milik tujuh orang penumpang, termasuk dirinya, seberat 140 kilo gram. Begitu Faisal hendak menimbang barang bawaan, petugas bilang stiker dan manifest sudah berada di dalam pesawat. Faisal disarankan untuk terbang di jadwal pemberangkatan lain hari.
Pada jadwal pemberangkatan pengganti, 4 April, Faisal kembali datang ke bandara. Kali ini terdapat rombongan
satu orang dewasa dan lima anak-anak bersamanya. Rombongan membawa empat tas ukuran 3,4-4 kilo gram ditambah paket lobster dan kepiting beku yang sudah dipacking dengan terpal dan dibungkus lakban plastik.
"Tapi ketika sudah mendekati boarding, petugas Wings Air berinisial MR melarang barang naik karena katanya  overload koli (paket). Kami sebagai penumpang menanyakan kepada petugas tersebut. Dia beralasan  barang dalam bagasi maksimal hanya bisa 32 kilo gram per koli."
"Otomatis dengan jawaban tersebut kami komplain,  kenapa di hari sebelumnya kamk tidak diinfokan. Karena saat itu sudah boarding dan khawatir menganggu jadwal penerbangan akhirnya penerbangan saya kembali dibatalkan," imbuhnya.
Saat itu, petugas Wings Air berpesan agar barang bawaan dibagi menjadi dua pada penerbangan hari berikutnya.
"Pada tanggal 6 April saya dijadwalkan berangkat kembali ke Jakarta. Sebelumnya agency dari pihak Lion Air sudah menginfokan kepada saya bahwa saat penerbangan, barang tinggal naik tidak kena biaya," kata Faisal.
Namun, ia terkejut ketika jelang keberangkatan pesawat seorang oknum menyuruhnya membayarkan uang sejumlah Rp2.020.000 terkait kelebihan bagasi.
"Yang saya sesalkan, ketika membayar saya tidak dikasih bukti pembayaran apapun dari pihak Wings Air. Yang saya pertanyakan, apakah ini pungli atau memang sudah menjadi aturan. Bila pun itu aturan, kenapa tidak ada bukti pembayaran kepada saya selaku konsumen?"
Atas kejadian ini, Faisal meminta kepada kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan serta manajemen Lion Air Group supaya melakukan evaluasi terhadap petugas yang dianggapnya tidak melakukan pelayanan dengan baik.
"Pertanyaan yang sangat mudah, apakah pelayanan Wings Air diarahkan seperti ini kepada konsumen? khususnya konsumen yang baru merasakan moda transportasi di daerahnya. Yang mana Wings Air masih persada dan baru satu minggu beroperasi di Kabupaten Aru."
Saya blokseat penerbangan dari ambon tyal dan rual ambon. Ambon-tual.tgl 31maret 2017
Tual.ambon tgl.2 april 2017
Krn rombongan terlambat balik ke tual dari dobo dg kapal..ahirnya rombongan kembali ke ambon via bandara dobo..
Hanya permasalahan
.dari blokseat 45orang yg berangkat dari tual hanya 1orang..tetapi seluruh bording pass dirobek..jika borsing pass dirobek artinya penumpang dlm.manifest betangkat semua...pertanyaannya  yg berangkat dari rombongan sy penerbangan langgur tual hanya 1orang..jika 44orang batal berangkat..yg berangkat dg bordingpass kami siapa???44orang x jatah bagasi 20kg 880kg jatah bagasi kami siapa yg pakai...?
Ini belum afa penjelasan dari pihak wings ambon maupun tual.