SBSI 1992 Diskusi "HARI BURUH JANGAN DI JADIKAN KOMODITI POLITIK"

Beritash Jakarta 30, April ,2017--Hari buruh pada tgl 1 May 2017 merupakan momentum kebangkitan buruh, dalam kreasi hak hak buruh yang  selama ini belum bisa di penuhi. oleh pemerintah karena ada beberapa kebijakan pemerintah
justru menjadikan posisi buruh semangkin terjepit.
Suara  buruh sering kali di  inginkan oleh beberapa partai politik.
untuk mendukung calon mereka dalam melenggeng ke kursi DPR/MPR  Terutama jelang  PILKADA/PILGUB &  PILPRES.
Pembuka Acara :
1. Panglima TNI
2. Kapolri
3. Pangdam Jaya
4. Kapolda metro Jaya
Nara Sumber /Pembicara :
Perwakilan Partai :
1. Feri Yuliantono          Gerindra
2. Ribka Ciptaning         PDI-P
3. Okky Asokawatie       PPP
4. Azis Samsudin          Golkar
Perwakilan Ketua Buruh :
1. Muktar Pak fahan       SBSI
2. Nining Elitos                KASBI

Serikat  buruh adalah organisasi yang paling unggul dibanding organisasi-organisasi lain kemampuannya dalam mengorganisir sebuah kelas yang memiliki perspektif,tujuan,suasana psikologis dan ritme yang sama.
Dalam setiap peristiwa politik seperti pemilihan umum,buruh dan kelompok-kalompok margimal lainnya seperti petani dan nelayan selalu manjadi sasaran kelompok Iain guna mendapatkan keuntungan-keuntungan politik,Partai politik kandidat wakil rakyat,calon presiden,
wakil president dan guburnur, bupati/walikota manjadikan buruh sebagai komoditas polotik.Melalui pesan-pesan politik  yang disampaikan mereka berusaha untuk menciptakan "realitas" yang tampak melalui penyampaian pesan-pesan politik yang dirakayasa secara sistematis.

Marginalisasi malalui pemberangusan hak-hak politik dan ekonomi,pemberangusan serikat masih ada sebagai hal jika buruh membentuk serikat dimana ia bekerja perusahaan selalu mempersulit ruang garak buruh berorganisasi pekeja semisal buruh dimutasi,buruh direlokasi,komponen penurunan upah atau penundaan kenaikan jabatan hal ini masih dijadikan alasan sebagai komponen proses produksi.Pada titik inilah, kita bisa memetik makna bahwa sejarah ketertindasan.Dan sajarah rakyat adalah sejarah kesengsaraan.

Kebijakan pemerintah yang menyangsarakan hidup rakyak terutama kaum buruh.yang gajinya terpatuk oleh UMK.Kebutuhan hidup kaum buruh terus meningkat seperti kebutuhan pandidikan buat anak,Kontrakan rumah,membayar angsuran kredit,biaya sehari-hari dan kebutuhan yang tidak bisa di tunda yaitu biaya kesehatan dan biaya makan.buruh untuk bisa bertahan hidup saja sudah bagus.

Kaum buruh banyak memberikan devise di negeri ini akan tetapi kesejahteraan kaum buruh tidak ada peningkatan,Kebijakan pemerintah. baik yang sudah berjalan maupun yang akan dijalankan.Sungguh tidak popuIer dimata  rakyat ditengah keresahan masyarakat ini serikat buruh harus bisa menjadi pemimpin dan penggerak perubahan yang memang sudah menjadi tugas historis kaum buruh.

Kaum buruh telah terpenjara oleh refinitas kerja,ditambah lagi dengan reprasimaa dari pengusaha serta ancaman- ancaman PHK dari pihak perusahaan.Kondisi ini semakin membuat buruh terkekang ke dalam struktur  sosial hubungan kerja yang tidak adil karena mengalami over explatation di tempat kerja.

Buruh harus terus berjuang membuka kedok demokrasa munafit di negeri,kita harus terus menerus mengekspos keburukan para politik,berjuis pada partai-partai mareka.Buruh selalu dijadikan objek oleh elit-elit politik disaat pemilu  berlangsung akan tetapi buruh tidak pernah dijadikan Subjek elemen-elemea cecunguk "progresif"Buruh harus mulai berani menjelaskan kepada rakyat tertindas mengenai tujuan perjuangan kelas buruh bahwa dasar gerkan buruh adalah tujuan perjuangan kehidupan yang lebih layak bagi seluruh rakyat tertindas
Untuk itu SBSI 1992 bersikap

Jangan jadikan buruh di jadikan sebagai percaturan politik terutama menjelang musim pemilu, pilkada atau pemilihan Presiden,bukan berarti buruh  tidak berpolitik atau organisasi buruh melarang anggotanya untuk ikut atau menjadi salah satu anggota partai politik. akan tetapi ada beberapa hal yang harus dipahami. antara kebijakan buruh dan partai politik buruh harus punya posisi tawar dalam mengambil kebijakan dan kesejateraan buruh.

Buruh bukan sebagai alat corong partai politik. yang mendeklarasikan organisasinya sabagal pandukung dari salah satu calon partai politik di saat dibutuhkan untuk mendapatkan suara buruh mengutamakan kebijakan dan kesejahteraan.

Adanya organisasi buruh adalah untuk memperjuangkan nasib buruk supaya bisa lebih baik dan buruh bisa sejahterah namun sampai hari ini masih ada persoalan buruh baik di dalam maupun di luar negeri yang belum bisa terakomodasi dengan baik oleh pemerintah.
Bahkan suara buruh menjadi rebutan partai politik di luar negeri terutama TKW dan TKI yang bekerja disalah satu negara tersebut.