Seminar Dan Pentas Seni Budaya Barisan Anak Timur Universitas Bung Karno

Beritash, Jakarta, 20 Mei 2017---Tempat Jl Kimia no 20, Penggangsaan, Jakarta pusat.
Narasunmber yang hadir:
Ferdy Hasiman (sebagai pengamat pertambangan), Dr Frederikus flas s (akademisi) ,Bani Hargunis(pengamat politik) bersama ketua barisan anak timur universitas Bung Karno (San Salvator Nyari Keli).

Melepaskan diri dari segala bentuk penjajahan adalah tujuan dari umat manusia.Alasan inilah yang menjadi dasar Indonesia lahir menjadi sebuah negara yang merdeka.Merdeka dari segaIa bentuk intervensi bangsa lain,mampu menjadi negara yang berdaulat secara politik,mandiri secara ekonomi dan juga berkepribadian dalam bidang kebudayaan.

Jika tujuan tersebut dapat terwujud maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dan disegani dalam pergaulan antar bangsa-bangsa di dunia.Namun,semua itu masih menjadi harapan kita bersama,bahkan seakan-akan jauh dari harapan.Bukti dari jauhnya harapan dengan kenyataan adalah sampai saat ini masih banyak anak bangsa yang belum bisa merasakan arti dari kemerdekaan, ketimpangan pembangunan antara satu wilayah dengan wilayah yang lain,kesenjangan sosial semakin nyata serta adanya praktik diskriminasi terhadap golongan tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Timur Indonesia haruslah mendapat perhatian khusus karena berbagai macam alasan.Beberapa alasan diantaranya adalah,di timur Indonesia banyak tersimpan kekayaan alam yang jika di kelola secara baik maka akan menjadi sumber penghidupan bagi bangsa Indonesia.Namun,sumberdaya alam tersebut bukanlah menjadi sumpet penghidupan,tetapi akan-akan menjadi sumber malapetaka bagi orang-orang yang berada di sekitarnya.Hasil dari sumberdaya alam tersebut hanya menjadi milik pengusaha yang berselingkuh dengan penguasa lokal maupun nasional, dan menjadikan rakyat menjadi budak dirumahnya sendiri.Kondisi tersebut jelas terlihat kalau kita sama-sama berkunjung ke Papua, Maluku serta Nusa Tenggara.

Sumberdaya yang kaya tidak bisa menjadikanTimur Indonesia dapat menikmati fasilitas pendidikan yang memadai,infrastruktur yang baik seperti yang ada di daerah Barat Indonesia,bahkan lebih parah lagi sumberdaya tersebut tidak mampu mengeluarkan masyarakat Timur Indonesia dari kebodohan dan ketertinggalan.Yang ada hanyalah konflik yang berkepanjangan antara sesama orang-orang lokal yang ada di timur Indonesia.Konflik tersebut secara ekonomi politik menurut kami adalah hasil rekayasa pemerintah pusat yang bertujuan ingin melemahkan solidaritas sesamea anak timur.Bukan hanya di daerah,di Jakarta pun terjadi politik pecah belah (de vide etimpera) antara sesama anak timur.Hal tersebut telah kami sadari dan menjadi bahan evaluasi untuk merajut kebersamaan.Kesadaran dan kebersamaan itu kami wujudkan dalam bentuk silaturahin yang terus kami jaga.

Dari latarbelakang diataslah kemudian kami dari Barisan Anak Timur Universitas Bung Karno menyelenggarakan kegiatan seminar dan pentas seni budaya yang bertujuan membangkitkan semangat persaudaraan sesama anak timur yang ada di Jakarta dan sekitanya sehingga kesadaran kami tersadar dan kemudian menjadi kekuatan untuk,"MENGGUGAT KETIDAKADILAN JAKARTA TERHADAP TIMUR INDONESIA."