WFQR-1 Koarmabar Berhasil Tangkap 2 dari 8 Pelaku Perompak Kapal MV. Harvester Bendera Liberia

Beritash, Jakarta 5 Juni 2017,-- Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-1 Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) berhasil menangkap dan mengamanakan dua dari delapan pelaku komplotan yang melakukan perompakan terhadap kapal kargo MV.Harvester bendera Liberia yang sedang lego jangkar di bouy no. 2 Belawan, Sumatera Utara, Sabtu (3/6).

 

Menurut Komandan Lantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Roberth Wolter Tappangan, kedua pelaku R alias B dan A ditangkap oleh Tim WFQR-1 sehari setelah kejadian masing-masing di rumahnya Kampung Nelayan Seberang Belawan. Dari informasi, A adalah orang yang berperan sebagai penyedia sarana boat yang digunakan untuk merompak. Saat ini boat Seruwe milik A diamankan di dermaga Satkamla Lantamal I.

  

Selanjutnya Komandan Lantamal I Belawan menjelaskan kronologis kejadiannya, sebelumnya WFQR-1mendapat informasi dari Vessel Traffic Services (VTS) Belawan, telah terjadi pembajakan di kapal kargo MV. Harvester bendera Liberia pada posisi lego jangkar di bouy no. 2 Belawan. Kemudian Tim WFQR-1 dengan menggunakan KRI Sutedi Senoputra-378 dan petugas medis bergerak menuju MV. Harvester dan menemukan ABK jaga kapal dalam keadaan terikat dengan tali plastik, namun tidak ditemukan para pelaku perompak.

 

Kemudian Tim WFQR-1 bergerak cepat dengan menggunakan Satkamla Belawan  memburu perompak tersebut menuju Kampung Nelayan dan pengepul hasil rompakan dan berhasil menangkap dan mengamankan dua dari delapan perompak.

Dari hasil interogasi, pelaku mengakui bahwa mereka yang berjumlah delapan orang pada hari Jumat (2/6), bergerak dari Kampung Nelayan menggunakan 2 unit perahu jenis Seruwe dan perahu pancung, menuju perairan Belawan untuk mencari sasaran kapal-kapal yang sedang lego jangkar.

 

Komandan Lantamal I Belawan mengatakan, komplotan perompak tersebut menaiki kapal kargo MV. Harvester dan mencuri cat sebanyak 7 kaleng ukuran 25 liter merk Internasional.  Kapal kargo MV Harvester yang diawaki 19 crew termasuk nakhoda berlayar dari Koh Sichang, Thailand pada tanggal 24 Mei 2017 dengan tujuan Belawan.

 

“Hingga saat ini Tim WFQR-1 masih terus melakukan pencarian terhadap enam pelaku perompak lainnya guna diproses hukum,  sedangkan R alias B dan Asaat ini dititipkan di ruang tahanan Provost Denma Lantamal I Belawan”, tegas Komandan Lantamal I Belawan.