KOALISI RELAWAN BERSUARA JKW-JK " Nawa Cita Teraborsi Oleh Kementerian Berkepentingan "

Beritash, 10,Juni 2017---Nawa Cita adalah, salah satu visi-misi program Presiden dan wakil presiden JokowI-Jusuf KaIIa Periode ini sesuai dengan janji pada saat kampanye pilpres 2014 yang Ialu,dan menjadi9 (SembiIan)Pokok Program Prioritas dalam membangun tatanan masyarakat yang Adil,Makmur,dan Sejahtera,baik dalam bidang ekonomi,budaya,maupun secara politik dalam Bingkai Demokrasi,yang berazaskan PancasiIa.

Nawa CIta Lahir di Era Presiden Jokowi,dimana pada saat itu rakyat sudah jenuh Bahkan Apatis terhada  kepemimpinan dan Program Pemerintah sebelumnya Maka Rakvat mendambakan Kehadiran Nawa Cita yang disampaikan oleh Presiden menjadi pokok utama dalam menjaIankan Roda Pemerintahan Saat ini, tentunya Rakyat dapat merasakan serta menikmati, Baik masyarakat yang ada dipelosok-pelosok Daerah dengan pembangunan merata yang diapIikasi melalui program Indonesia Sentris.

Membangun Indonesia Dari Pinggiran mulai dari Desa, dan Pesisir tak Henti-hentinya disampaikan oleh Presiden Jokowi Baik dalam Pidato Kenegaraan atau dalam Rapat Kabin,tentunya ini menjadi Apresiasi dan Harapan bagi seIuruh warga Indonesia,dimana Negara akan menjadi kuat apabIIa semua Desa Sejahtera dengan system pembangunan Ekonomi yang merata.

Capaian-capaian perencanaan pembangunan,baik infrastruktur,perekonomian,dan pertanian yang dikerjakan oleh Kabinet Kerja saat ini belum Optimal, PadahaI Presiden Jokowi Sudah Menegaskan Berpuluh-puluh kaIi dia sampaikan,tak ada yang namanya program menteri,yang ada Program Presiden yang harus dijaIankan oleh Kabinet Kerja saat ini, MengevaIuasi kementerian dengan Dua kali nya Presiden melakukan Reshuffle Kabinet Kerja saat itu, mengindikasikan bahwa Menteri Tersebut belum Maksimal menjalankan apa yang namanya Program Nawa Cita DaIam Praktek Pelaksanaanya.

Contoh KemenDesa PDTI yang tugasnya menyeIenggarakan urusan pemerintahan di bidang pembangunan desa,pemberdayaan masyarakat desa, percepatan pembangunan daerah tertinggal,dan transmigrasi.Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.Pada kenyataannya belum Maksimal membangun Kawasan-Kawasan Pedesaan,karena Lebih 80 persen Penduduk Indonesia TinggaI di Desa.

Tapi apa yang Terjadi dilapangan sangat bertolak belakang,dengan Perencanaan dan VIsi-Misi pembangunan Desa saat ini,Tidak Maksimal,adanya Indikasi Berujung Kegagalan dalam Pembangunan, dan Pengelolaan Kawasan-Kawasan Desa,Bahkan ditubuh Internal Lembaga Kementerian terkait banyak Permasalahan yang sangat Signifikan.Dalam Kasus Suap Operasi Tangkap Tangan ( OTT ) pada saat Pemberian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Terkait Laporan Keuangan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, yang Melibatkan seorang Inspektorat Jenderal ( Itjen )Dikementerian Desa PDIT,Dengan Auditor Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ),dimana pungsi Seorang Itjen Bertugas Menyelenggarakan Pengawasan Internal Dilingkungan kementerian Terkait.Dan kita yakin Menteri mengetahui Tindakan yang dilakukan Itjen,karena Itjen Bertanggung Jawab Langsung Pada Menteri,Itu jelas Bahwa Kementerian terkait Gagal Dalam menjalankan Program Membangun Indonesia Dari Pingglran,yang diamanatkan oleh Presiden Iokowi MeIaIui Visi-Misi Nawa Cita,dan

Presiden Jokowi Harus Tegas Terhadap Menteri Terkait untuk segera mengevaluasi karena mempunyai banyak desa-desa D
dengan penduduknya berada dibawah garis kemiskinan,sementara pemberitaa di media pembangunan desa-desa sukses dikerjakan,sementara praktek dilapangan tidak dan sangat bertolak belakang.

Program perumahan bersubsidi untuk rakyat sangat Jelas penuh dengan kepalsuan lagi-lagi pemerintah melalui media massa,memfublikasi rumah murah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah( MBR) yang diresmikan oleh Presiden pada Bulan Mei 2017 Lalu, rumah tersebut dipasarkan dengan kisaran uang muka (Down Payment /DP ) sebesar satu persen 1%,praktek dilapangan Rumah Murah Bersubsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah ( MBR ) Uang Muka(Down Payment)
DP Lima Persen 5%,Serta Biaya Angsuran/Cicilan Perbulannya.
Untuk informasi hub Sastra WA 081510141711