Politik dalam struktur keilmuan Islam.

Beritash,Jika anda kuliah di Universitas Islam International dan mengambil program mayomya ilmu Ushuluddin (Teologi) maka anda harus mengambil program minornya berupa ‘ilmussiyasah atau ilmu politik. Logika dari strukur keilmuan ini adalah sebagai berikut.Jika anda ingin bcrpolitik dengan politik utama dimana Tuhan menjadi tujuan berpolitiknya,maka anda harus meniru politik Tuhan.Di satu sisi Tuhan Malia Kuasa,dan kekuasaanya tak terbatas(‘ala kulli syai-in qodir ),tetapi di sisi lain Tuhan adalah Maha Pengasih, Penyayang dan Maha Pengampun (ar Rahman ar Rahim al Ghofllr).Kontrol dari dua titik ektrim ini adalah sifat adil, dan Tuhan Maha Adil.

Maka seorang politisi yang menjadikan Tuhan sebagai tujuannya,ia berusaha meraih kursi kekuasaan,agar dengan kekuasaan itu ia bisa menyebarluaskan kasih sayang kepada rakyat dengan cara seadil-adilnya.

Pengalaman Berdemokrasi 
Usia demokrasi sudah sangat panjang,dan dalam rentang sejarah sepanjang itu peradaban manusia mencari model-model demokrasi yang dipandang sesuai.Demokrasi memang tidak bisa diklaim sebagai yang terbaik,tetapi terseleksi oleh alam politik sehingga bisa tampil sebagaj suatu sistem politik terbaik diantara yang buruk-buruk.Kini demoluasi membuktikan dirinya amat dibutuhkan.

Indonesia juga tidak luput dari kehendak memilih demokrasi.Eksperimen demokrasi berkali-kali dicoba sejak awal kemerdekaan.Pemilihan bentuk Negara Republik Indonesia membawa konsekwensi untuk berdemokrasi.Bung Karno mencoba dua model demokrasi,yaitu demokrasi liberal (1950-1959) dan demokrasi Terpimpin (1959-1966)).Presiden Suharto menawarkan model demokmsi Pancasila (1966-1998) Ketiga model demolaasi itu menunjukkkan bahwa konsep demokrasi yang ditawarkan itu masih bersifat mencari bentuk yang sesuai, atau bahkan trial and eror.Oleh karena itu ketiga model demokrasi itu jangankan betsifat mengembangkan demolcrasi, malah yang terjadi adalah praktek kekuasaan otoritarian ,demokrasi yang ditawarkan itu hanya sebatas nama dan tidak terwujud dalam realitas.

Oleh kamna itu ketika terjadi krisis moneter 1998, gerakan menjatuhkan Presiden Suharto yang sudah berkuasa selama 30 tahun juga masih menggunakan “bendera”demokrasi,yaitu dengan proses konsolidasi demokrasi.Upaya mengatasi krisis politik dan moneter yang terjadi dengan melakukan formulasi bagi reformasi politik dengan agenda utama,demokrasi. Demokrasi masih tetap dipercaya sebagai satu-satunya sistem politik yang diperlukan untuk menjawab kondisi kebuntuan bernegara.

Hanya saja disayangkam suasana kemarahan kepada Suharto dan kroni-kroninya membuat proses reformasi itu terlalu emosionil.Krisis moneter 1998 mestinya cukup dijawab dengan