" REKENDASI KONGRES TEKNOLOGI NASIONAL" Gedung II BPPT

Beritash,   Jakarta (19/7)_ Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) gelar kongres Teknologo Nasional (KTN) 2017 .Bertemakan " Inovasi Teknologi untuk Daya saing dan Kemandirian Bangsa",  yang secara resmi dibuka dibuka oleh Mentri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, KTN 2017 berlangsung dari 17-19 Juli 2017, di Auditorium Gedung II BPPT lantai 3 Jl.M.H yhamrin No 8 Jakarta.
     KTN 2017 ini di fokuskan untuk membahas 3(tiga) bidang teknologi.
Teknologi Kesehatan, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Teknologi Transportasi, yang bertujuan untuk menyiapkan Rekomendasi Teknologi dalam rangka mendukung pembangunan nasional, pengembangan industri nasional,peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa melalui inovasi dan layanan teknologi sesuai dengan program pemerintah yang tertuang dalam Agenda Nawacita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahap III 2015- 2019.
     Pada penutupan KTN 2017, Kepala BPPT, Dr.Unggul Priyanto menyampaikan hasil rumusan dari ketiga bidang teknologi tersebut.

     1.Rekomendasi bidang teknologi Kesehatan.

Pembangunan di bidang Kesehatan merupakan salah satu pilar utama pembangunan nasional. Untuk itu, penguatan industri farmasi dan alat kesehatan nasional menuju industri yang integratif, berdaya saing dan mampu mewujudkan kemandirian obat dan alat kesehatan nasional menjadi substansi utama pembahasan dalam kongres ini.Saya ingin menggarisbawahi bahwa teknologi merupakan faktor yang sangat penting untuk mendukung penguatan dan percepatan kemandirian dan daya saing industri farmasi dan alat kesehatan, namun masih perlu dukungan faktor  lainnta.
  Beberapa substansi penting telah dihasilkan dalam kongres untuk komosi teknologi kesehatan kali ini, yaitu(1)  Industri farmasi dan alatkesehatan nasional

Sudah saatnya melakukan transformasi menuju industri yang mengedepankan rise! dan inovasi teknologi untuk meningkatkan daya saing; (2) Industri bahan baku obat dan aIat kesehatan merupakan industri hulu yang sangat penting dikembangkan untuk memperkuat struktur Industri farmasi dan alat kesehatan nasional. (3) lnfrastruktur riset dan lnovasi; (4) Dukungan kebijakan dan regulasi yang operasional. serta (5) Roadmap produk yang terverifikasi dengan kerangka waktu capalan (outpuVoutcome based time line) yang terukur, menjadi acuan panting dalam melakukan percepatan rencana aksi industrialisasi produk farmasi dan alat kesehatan dalam negeri yang kompetitif.

Selain itu pada kongres kali ini BPPT juga meluncurkan buku Outlook Teknologi Kesehatan edisi kedua yang khusus membahas tentang analisis dan kebutuhan teknologi produksi bahan baku dan obat herbal untuk dapat dijadikan
rujukan dalam melakukan riset dan inovasi teknologi untuk mendukung daya saing industri herbal nasional.

2. Rekomendasi bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK/ICT) Bidang teknologi informasi dan komunikasi (TlK) memiliki perkembangan yang sangat pesat, bahkan menjadi tulang punggung bagi banyak hal dan menopang sebagian besar kehidupan modern peradaban manusia saat ini. Pada KTN ini, selain TIK memiliki fokus tersendiri (yaitu Keamanan lnformasi), keberadaannya juga menjadi perekat bagi bidang teknologi Iainnya. Dan kali ini, selain mengangkat masalah keamanan informasi yang antisipasinya mutlak diperlukan, dukungan terhadap konektivitas nasional maupun dorongan untuk memanfaatkan momentum pendayagunaan TIK lebih besar Iagi bagi kemajuan Indonesia merupakan bagian dari rekomendasi bidang TIK dari KTN 2017.

Dari beberapa butir rekomendasi terkait TIK, diantaranya adalah mengenai perlunya:
-Kebijakan pengamanan data dan infrastruktur melalui pengembangan Landasan
Hukum Pengamanan lnfrastruktur Kritis Nasional (Critical Information Infrastructure Protection Plan),

-Penguatan peran dan tupoksi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk koordinasi dan harmonisasi solusi keamanan Siber

-Mengembangkan inovasi teknologi keamanan siber sebagai salah satu fondasi yang perlu dibangun di era pentingnya masalah keamanan informasi dalam menjaga kedaulatan Negara

~ Di sektor TIK untuk transportasi, telah disepakati semakin pentingnya peran TIK
guna peningkatan keamanan, kuaiitas Iayanan dan kenyamanan pengguna.

Penggunaan mobile-application di smartphone dan analisa perilaku pengguna menggunakan big-data terutama dengan lmplementasl lnternet-Of-Thlng (IOT) akan sangat mendukung peningkatan kualitas layanan tersebut.

Di sektor pemerintahan. pengamanan data dan lnfrastruktur akan sangat terbantu jika kebijakan shared-infrastructure (Pusat Data Pemerlntah) dan penggunaan single-application (aplikasl tunggal) berbasis cloud technology bagl seluruh instansi pemerintah dilaksanakan. Dengan kebljakan tersebut maka upaya upaya pengamanan balk dari slsi fisik maupun logik akan dapat dikonsentraslkan pada beberapa lokus dan aplikasi.

Dalam rangka pengamanan siber di Indonesia ini, disepakati sangat pentlngnya peningkatan kesadaran masyarakat akan adanya ancamanl risiko dalam penggunaan jaringan slber dalam aktivitasnya. Sebut saja penggunaan messaging application seperti Whatsapp, Telegram dan Signal memiliki resiko dari informasi yang tidak benar, pencurian identltas yang dapat mengakibatkan keruglan fmanslal hingga kerusakan peralatan yang mengakibatkan tidak dapat dilaksanakannya suatu fungsi yang diperlukan. Oleh karenanya ke depan, kita perlu mengacu kepada lnovasi TlK karya anak bangsa dalam menyedlakan berbagai aplikasi Over the Top

(OTT) sekaligus mendorong TKDN industri TlK.

3. Rekomendasi bidang teknologi transportasi

Bidang teknologi transportasi menghasllkan rekomendasi sebagai berikut:

* Kebijakan Konektivitas dan Logistik Nasional

* Kebijakan Pengembangan Pekeretapiaan dan Transportasi Perkotaan

* lnovasi teknologi Pekeretapiaan dan Transportasi Perkotaan

Kebijakan Konektivitas dan Logistik Nasional mencakup pengalihan beban

transportasi darat ke transportasi laut dengan target menjadi 20% tahun 2030, begitu pula transportasi jalan ke kereta apl dengan target menjadi 11-13% untuk angkutan penumpang, dan 15-17% untuk angkutan barang tahun 2030. lmplementasikan pembangunan transportasi yang berkelanjutan, khususnya analisa aspek ekonoml, sosial dan lingkungan.

Kebijakan Pengembangan Perkeretaapian ditujukan untuk mendorong penlngkatan kapasitas dan kecepatan kereta api Jakarta-Surabaya, sebagal komplementer transportasi udara, mendorong pemanfaatan kereta api sebagai