Aliasi Aksi Bersama Cabut PERPPU ORMAS Yang Terdiri Dari KSPI, KPBI, GSBI, FSPASI, FSUI, FPR, YLBHI

Beritash, Jakarta,15 Agustus 2017 Demokrasi kembali terancam.Lagi-lagi rezim Joko Widodo - Jusuf Kalla terlihat panik dalam menghadapi gerakan rakyat. Dengan dalih kegentingan yang memaksa, pemerintah mengeluarkan Perppu Ormas. Dengan Perppu ini, Pemerintah dengan sangat mudah bisa menggunakan Perppu Ormas untuk "membubarkan"organisasi masa yang dianggap mengancam pemerintahan tanpa harus melalui pengadilan.

Gerakan buruh yang sering melakukan aksi demonstrasi, merasa terancam dan menjadi korban Perppu Ormas ini.Meskipun aksi-aksi buruh sering kali ditujukan untuk menuntut keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang juga merupakan bentuk dari pengamalan terhadap nilai-nilai Pancasila itu sendiri.

Sikap penolakan terhadap Perppu Ormas akan ditunjukkan elemen buruh yang tergabung dalam AKSI BERSAMA CABUT PERPPU ORMAS yang terdiri dari KSPI, KPBI, GSBI, FSPASI, FSUI, FPR, YLBHI, Imparsial, dan lain-lain, dengan melakukan aksi unjuk rasa yang akan dilakukan pada tanggal 16 Agustus 2017 di Gedung DPR RI.

Konfederasi Serikat Pekerkja Indonesia (KSPI), Rusdi dari perwakilan KSPI mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar agenda aksi unjuka rasa bersama hari Rabu besok (16/8/2017)dalam aksinya itu, rusdi mengatakan bahwa pihaknya bertujuan untuk menyikapi persoalan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas.

“Dengan Perppu ini, Pemerintah dengan sangat mudah bisa menggunakan Perppu Ormas untuk "membubarkan"organisasi masa yang dianggap mengancam pemerintahan tanpa harus melalui pengadilan,”ungkapnya.

Bagi KSPI sebagai organisasi buruh yang sangat kritis terkait berbagai kebijakan pemerintah khususnya yang berkaitan dengan nasib rakyat Indonesia dan kaum buruh,Perppu tersebut juga bisa menjadi ancaman serius.

“Gerakan buruh yang sering melakukan aksi demonstrasi, merasa terancam dan menjadi korban Perppu Ormas ini.Meskipun aksi-aksi buruh sering kali ditujukan untuk menuntut keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang juga merupakan bentuk dari pengamalan terhadap nilai-nilai Pancasila itu sendiri,”ungkapnya

Terkait dengan recana Aksi Bersama Cabut Perppu Ormas itu, Kahar mengatakan bahwa akan ada beberapa elemen yang bakal tergabung.Namun sebelum aksi,  akan menggelar konferensi pers terlebih dahulu.Tepatnya di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

“Aksi Bersama Cabut Perppu Ormas yang terdiri dari KSPI, KPBI, GSBI, FSPASI, FSUI, FPR, YLBHI, Imparsial, dll, dengan melakukan aksi unjuk rasa yang akan dilakukan pada tanggal 16 Agustus 2017 di Gedung DPR RI,”tegasnya.

Aksi bersama ini adalah gerekan buruh seperti yang di sampaikan tadi pembubaran HTI sampai menyasar ke pembubaran oraganisasi masyarakat PERPPU 2017 ini adalah sangsi pidana dan tidak sesuai UUD 1946.Di dalam UUD 1945 kebebasan untuk berorganisasi kami dari kalangan masyarakat menentang keputusan pemerintah dan kami gerakan buruh menentang pemerintah untuk membubarkan organisasi di masyarakat.

Menyoroti perppu no12 tahun 2017,dengan undang-undang untuk membubarkan ormas,baik untuk kebijakan-kebijakan pemerintah.
Situasi ini sama dengan orde baru tidak ada bedanya.Perppu ini sudah di keluarkan sama jokowi yang tidak lepas dari utang-utang luar negeri makin banyak sampai dana haji mau dialihkan untuk membayar utang di luar negeri.Kami menolak perppu dengan adanya undang-undang yang dulu aja yang berlaku.dari forum pembela rakyat.

Besok tanggal 16 Agustus akan ada aksi demo buruh seluruh indonesia bukan hanya di jakarta.
Devinisi menggangu ketentraman demo,pasal 82 poin 2 mengatakan setiap orang yang menganggu akan kena denda dan hukuman penjara selama 5 tahun.Menurut kami kita akan kritis ke pemerintah baik mahasiswa,petani dan guru honorer
dan dokter ikut demo.

Perppu ini anti pancasila,di dalam pancasila kita harus menghargai karena pancasila adalah lambang negara kita untuk berdekmokrasi dan musyawarah.Apapun yang punya anggota dalam ormas,beraneragaman bhinneka tunggal ika,jokowi sangat anti demokrasi dalam pimpinannya perpumas sangat sensitif.Jokowi sangat otorites,hingga tidak masuk akal,untuk menyasar ke gerakan rakyat protes kepada pemerintah.
Aksi-aksi buruh atau pemogokan dan perlawanan kepada pemerintah.