FOKAN Mengadakan Pelatihan Pemberdayaan Parenting Skill Menuju Keluarga Sejahtera

Beritash, Jakarta,5 Agustus Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba Nasional (FOKAN) bekerjasama dengan Kemendikbud RI dan BNN mengadakan "Pelatihan Pemberdayaan Parenting Skill Menuju Keluarga Sejahtera",di Gedung BNN Lantai 7 Cawang.

Ketua Pelaksana Rulliadi dalam sambutannya mengatakan bahwa Forum Kemasyarakatan Anti Narkoba (FOKAN) telah dipercaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadi salah satu organisasi yang diberikan amanah untuk menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Parenting Skill Menuju Keluarga Sejahtera.

"Perencanaan kegiatan ini sudah melalui proses yang selektif sehingga diharapkan kualitas kegiatan ini bisa menjadi acuan untuk kegiatan-kegiatan lainnya

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh lebih kurang 55 organisasi ke masyarakatan dan diliput oleh media massa baik TV, Radio,Cetak maupun Online.

"Disamping itu juga,tak kalah penting adanya peran serta para guru-guru SD, SMP, SMA/SMK dan para kepala sekolah. Pada pagi hari ini juga kita akan mendengar paparan berupa 4 materi pelatihan yang disampaikan oleh para narasumber yaitu Direktur Bindikkel Kemendikbud, Direktur Peran Serta Masyarakat BNN, Praktisi Mengenai Pola Asuh dan Mendidik Anak Di Era Digital," ungkap ketua panitia.

Dalam sambutannya Sekjend FOKAN,Anhar Nasution menyampaikan bahwa Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba Nasional yang dibentuk berdasarkan undang-undang 35 tahun 2009 tentang narkotika di bab 13 di jelaskan peran serta masyarakat.

"Di pasal 104 masyarakat diberikan hak seluas-luasnya untuk berperan serta dalam melawan narkoba ini yang harus kita perlu ketahui apa dan fungsi P4GN. Kalau ada seorang penggiat anti narkoba tidak paham apa itu P4GN seyogyanya harus di tatar ulang karena P4GN itu sendiri adalah kata sandi dari orang-orang yang bergelut dalam dunia pemberantasan narkoba yaitu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika bukan narkoba," jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa pemakaian kata dan kalimat "Penyalahgunaan Narkoba" sendiri sudah salah. Menurutnya yang benar adalah Jadi yang benar adalah peredaran gelap narkotika, itu bahasa sandi, yang dalam bahasa undang-undangnya tidak boleh asal ucap.

"Yang benar adalah pemberantasan narkoba bukan narkotika,karena narkota dibidang medis digunakan untuk pengobatan.Perlu diketahui bahwa pembuatan Undang-Undang No.35 Tahun 2009 itu,"saya salah satu sebagai tim perumus waktu saya duduk di Komisi 3 DPR RI sedikit banyaknya dari awal sampai akhir saya paham rumusannya sampai UU ini terwujud.  Untuk itu peran serta masyarakat hari ini yaitu ibu-ibu dan bapak-bapak telah ikhlas datang ke gedung BNN ini atas undangan kami semua semoga menjadi jawaban bagi kita melawan bandar narkoba,"  ucap H.Anhar Nasution.

Sedangkan Direktur Pembinaan dan Pendidikan Keluarga (Bindikkel) Kemendikbud,Sukiman memaparkan masalah narkoba ini harus menjadi perhatian kita bersama.

"Seperti tadi kita dengar sama-sama yang disampaikan oleh Pak Anhar Nasution demikian narkoba ini telah mencuri dan mencengkeram masyarakat kita, walaupun dari data yang dikeluarkan oleh BNN baru-baru ini itu terdapat tren penurunan pengguna narkoba," jelasnya.

Menurutnya ini jelas merupakan keberhasilan dari BNN maupun juga para pegiat anti narkoba yang hadir di sini dan diharapkan masyarakat anti narkoba tidak boleh berhenti begitu saja karena kita tahu bahwa peredaran narkoba itu masih sangat tinggi.

Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba Nasional (FOKAN) bekerjasama dg Kemendikbud RI dan BNN akan mengadakan pelatihan,"Pemberdayaan Parenting skill menuju keluarga sejahtera,"
H. Anhar Nasution(Sekjen Presnas Fokan)