Kampaye Pentingnya Multi MIKRONUTRIEN Untuk Ibu Hamil Dan Menyusui Oleh Kalbe BLACKMORES NUTRITION

Beritash,Jakarta 10 Agustus 2017---Defisensi asam folat, zat besi, yodium,kalsium dan DHA pada ibu hamil dan menyusui akan mempengaruhi kesehatan janin dan bayi.

Jakarta.10 Agustin 2017 Seorang lbu hamil harus berjuang menjaga asupan nutrisinya agar pembantukan, penumbuhan dan perkembangan janinnya optimal. IdeaInya, berat badan bayi saat diIahirkan adalah tidak kurang dari 2500 gram. Berdasarkan data Riskesdas 2013, untuk bayi yang lahir, prevalensi bayi dengan beret badan Iahir rendah (BBLR <2500 gram) masih 10,2 persen. Oleh karena itu sangat penting untuk para ibu hamil dan menyusui di Indonesia, untuk memperhatikan asupan nutrisi. Nutrisi pada umumnya mengandung komponen makrodan mikro-nutrien. Yang termasuk makronutrien adalah karbohidrat, protein dan Iemak sedangkan mikronutrien adalah vitamin dan mineral? Para ibu di Indonesia sendiri tidak mendapatkan asupan multi-mikronutrien yang mencukupi untuk kebutuhan dirinya dan janin atau bayinya. Padahal, kebutuhan mikronutrien para ibu sewaktu hamil dan menyusui justru meningkat, terutama pada trimester terakhir kehamilan. Peningkatan kuaIitas gizi di masa kehamilan dan menyusui memberikan dampak panting pada perkembangan anak clan kesehatan ibu dimasa depan.

Pemberian tambahan asupan mikronutrien asam folat, zat besi, yodium, kaisium, dan omega-3 pada masa kehamilan dan menyusui merupakan salah satu kunci utama yang mudah untuk menurunkan angka kematian Ibu dan bayi, meningkatkan performa anak di sekoiah", dan dengan demikian, meningkatkan produktivitas sumber daya manusia di Indonesia secara keseluruhan.

70% total kalori yang dikonsumsi oleh ibu hamil di Indonesia adalah karbohidrat, sedangkan kebutuhan
mikronutrien kebanyakan tidak tercukupi."lbu hamil dan menyusui perlu diedukasi atas pentingnya nilai-nilai gizi demi kesehatan janin dan bayinya. Mereka juga harus menyadari bahwa kekurangan mikronutrien tidak hanya berdampak pada janin sewaktu hamil,melainkan juga sepanjang hidupnya," jelas Dr. med.dr.Damar Prasmusinto, SpOG(K).,Konsultan Fetomaternal, Departemen Obsteri daI Ginekalogi, FakuItas Kedokteran,Universitas Indonesia. lbu hamil dan menyusui dianiurkan untuk memperkaya jenis buah dan sayur segar yang dikonsumsi,agar asupan mikronutrien-nya bertambah.

mikronutrien yang umumnya dianjurkan oleh dokter dan para ahIi adalah
Asam folat: untuk perkembangan otak dan mencengah neural tube defect(NTD)mengurangi resiko prematur, dan berat bayi lahir rendah (BBLR

Zat besi: untuk kebutuhan memproduksi darah dan sirkulasi oksigen diberbagai organ dan
jaringan, serta percepatan pertumbuhan bayi.Di Indonesia sendiri, 37.1% ibu hamil mengalami anemia dan 21.7% bayi berumur kurang lebih dari 1 tahun mengalami anemia“.

Yodium: untuk fungsi kelenjar tiroid, perkembangan visual, motor skills, pendengaran dan perkembangan kognitif anak. Di Indonesia sendiri, meskipun 77,1% rumah tangga memiliki garam beryodium, hanya 36.9% ibu hamil yang memiliki asupan yodium yang cukup”.

Kalslum: untuk pertumbuhan tulang dan gigi bagi janin; mengurangi resiko pre-eclampsia selama kehamilan.

Omega-3,terutama DHA“: untuk perkembangan neurodevelopment, khususnya mata dan otak.

”Praktik medis saat ini biasanya hanya merekomendasikan asupan asam foIat dan zat besi kepada para ibu hamil dan menyusui. Padahal kebutuhan mikronutrien Iainnya juga tidak terpenuhi," tambah Dr.med.dr.Damar Prasmusinto,SpOGlK., Konsultan Fetomaternal,Departemen Obsteri dan Ginekologi,Fakultas Kedokteran,Universitas Indonesia.

Assoc.Professor Dr. Lesley Braun, PhD, Direktur Blackmores Institute, mengutarakan,“Kekurangan multi-mikronutrien ini bisa diatasi salah satunya melalui peningkatan konsumsi sayuran dan buah-buahan segar, dan berbagai jenis sumber protein.Blackmores Institute melalui Program Edukasinya mengupayakan pemenuhan asupan multi-mikronutrien,termasuk dalam bentuk suplemen,untuk dapat membantu menjembatani kekurangan asupan dari makanan. Ibu hamil harus memastikan mikronutrien yang dikonsumsi mengandung asam folat, zat besi,