Kasus Penipuan Cek Kosong Senilai 4,1 Miliard Rupiah Yang Belum Terbayar

Beritash,Jakarta 14 Agustus---Awalnya sekitar nopember 2015 yang terdakwa itu ingin membeli rumah Indah Yulia makanya terjadilah transaksi jual beli antara pihak terdakwa sama Indah Yulia,sejalan dengan proses transaksi jual beli rumah tersebut akhirnya kita buatkan AJB(Akte Jual Beli) sebelum lunas dia berjanji memyerahkan sebuah cek dan ada sebuah sertifikat tanah untuk jaminan supaya pas pelunasan tinggal di balikin saja,"ujar Indah Yunita.
Ternyata kita cek ke bank tersebut akhirnya ketahuan kalau cek itu kosong dan sertifikat dia janjikan tidak di kasih serta jaminan tidak di lunasi kita berusaha untuk baik-baik sampai ada surat somasi pendekatan secara musyawarah malah tidak ada tanggapan.Baru kami mengajukan laporan penipuan di Polres Jakarta Selatan dan untuk di pindahkan ke Polda Metro Jaya.
Karena diperkirakan buktinya kurang kuat,dari Polda berjalannya kasus ada musyawarah lagi katanya mau bayar tapi sampai hari ini tidak ada pembayaran.Dari Polda di limpahkan ke Pengadilan Jakarta Selatan dengan adanya bukti yang kuat dengan tindak pidana penipuan dengan mengeluarkan cek kosong.

Terdakwa bernama Adtya Candrawardana total cek yang di serahkan kepada Indah Yunita ada sekitar 4,130 Miliard rupiah.
Terdakwah tidak mengakui adanya cek kosong katanya sudah di bayar karena ada perjanjian,tapi dari Indah sendiri tidak ada perjanjian tersebut.Cek tersebut adalah kosong dari pihak bank tidak bisa mengeluarkan cek karena terdakwah sudah masuk daftar hitam nasional.Rumah tersebut beralamat di daerah cipete jakarta selatan,rumah sudah atas nama istri terdakwah dengan memakai bank panin dan diambil alih sama bank tersebut.Dan ternyata terdakwah tidak pernah membayar cicilan rumah tersebut akhirnya rumah itu diambil sama pihak bank.
Indah Yulia menuntut sisa uang pembayaran rumahnya yang masih berkurang Rp.4,130 Milyard.Tapi kata jaksanya terdakwah tidak mau membayar sisa utangnya.Hari ini sidang pembelaan atau sidang pledoi.Adtya candra warda dan istrinya nila candra wardana.

Sidang kasus  dugaan penipuan cek kosong senilai Rp.4,130 miliar rupiah  terhadap korban Indah Yunita.

Memasuki sidang pledoi pembelaan terdakwa, korban Yunita mengatakan kepada wartawan bahwa terdakwa ACW yang kini ditahan di LP Cipinang merupakan kasus jual beli rumah milik korban yang terletak di Cipete, Jakarta Selatan, dan kini rumah tersebut telah balik nama atas nama istri terdakwa.

"Kami sudah berusaha untuk somasi dan pendekatan namun tidak ada tanggapan dari terdakwa. Kami sudah melaporkan kasus ini ke polda dan polda menyatakan bahwa ini tindak penipuan." ujar Yunita.

Terdakwa yang diketahui oleh korban bekerja banyak sebagai pejabat direktur di beberapa perusahaan dan mau tidak mengakui perbuatannya. Kasus yang dilaporkan sejak bulan Mei 2016 dan dialihkan ke polda sekitar Oktober. Pernah istri terdakwah bertemu dengan Indah Yunita di daerah blok M meminta untuk di bebaskan terdakwah,alasannya untuk bekerja dan akan melunasi utangnya tetapi itu semua tidak terbukti sama sekali."Karena tidak ada niat baik maka dilimpahkan ke kejaksaan. Kami ingin adanya keadilan." ungkapnya di depan para awak media Yunita.

Terdakwa yang diketahui oleh korban bekerja banyak sebagai pejabat direktur di beberapa perusahaan dan mau tidak mengakui perbuatannya. Kasus yang dilaporkan sejak bulan Mei 2016 dan dialihkan ke polda sekitar Oktober. Pernah istri terdakwah bertemu dengan Indah Yunita di daerah blok M meminta untuk di bebaskan terdakwah,alasannya untuk bekerja dan akan melunasi utangnya tetapi itu semua tidak terbukti sama sekali."Karena tidak ada niat baik maka dilimpahkan ke kejaksaan. Kami ingin adanya keadilan." ungkapnya di depan para awak media Yunita.