Radikalisme Gaya Baru, Ancaman Bagi Indonesia.

Beritash, Jakarta,  10 Agustus 2017
Memahami  akar Radikalisme   yang berkembang  di Indonesia , tidak bisa dilihat  secara partikel. Selain karena situasi sosial – ekonomi , politik yang ada, akar  radikalisme ini tidak bisa dilepas dari fenomena global yang bukan hanya mewabah di negara-negara  Timur Tengah, melainkan telah berkembang di banyak  negara.

Bahkan sebagian  besar basis pergerakan ini  dikendalikan dari tempat persembunyian mereka di Eropa, terutama Inggris.Di Indonesia,  gerakan Islam sendiri bisa diklasifikasikan  dalam ; moderat, terpapar  radikal, dan radikal.  Moderat (NU , Muhammadyah), radikal  (secara pemimpin  radikal  tetapi tidak melakukan tindak  kekerasan ), radikal (melakukan kekerasan ).

Tumbuh dan berkembang di Indonesia dikarenakan,  Desain pembangunan yang telah melahirkan ketimpangan selama orde baru, Hasil  reformasi yang memberikan ruang yang begitu terbuka bagi  banyak ideologi untuk tumbuh dan berkembang,  Sengaja dibiarkan untuk kepentingan stabilitas semu.Radikalisme  terus  berkembang dan menguat di Indonesia disebabkan karena,  menyangkut perbedaan interpretasi teologi , faktor global apa yang terjadi di timur tengah,  situasi ekonomi-politik dalam  negeri  dan menguatnya Pantai Islamisme Hozbuttaher Indonesia  (HTI), Ikhwanul Muslimin  (IM) serta Syiah dan Wahabi.

Untuk mengatasi  Gerakan Radikalisme di Indonesia  yaitu   dengan   :

-Membangun mindset yang sama lintas organisasi dan agama bahwa radikalisme  adalah ancaman serius bangsa dilanjutkan dengan gerakan bersama untuk menangkalnya.
-Menegaskan Pancasila sebagai ideologi Bangsa dan membumikan nya menjadi panduan hidup masyarakat  Indonesia.
-Memperkuat  organisasi Islam  Moderat.
-Memperkuat keberadaan Lembaga Pendidikan  terutama pesantren. Ini karena semua kelompok Islam mendirikan lembaga pendidikan pesantren   ( setelah sebelumnya melalui jalur kampus, organisasi,  yayasan  lalu mendirikan  
pesantren sebagai  sarana kaderisasi )