Aliansi Mahasiswa Pemuda Nusantara (AMPUN) "PERAN MAHASISWA DALAM MENGCOUNTER PAHAM KOMUNIS"

Beritash.com

Senin 25 September 2017
Terkait dengan persoalan yang terjadi beberapa hari belakangan ini terkait dengan isu munculnya kembali paham komunisme di bangsa ini maka kami yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Nusantara (AMPN) akan mengadakan diskusi Public dengan Tema :
"PERAN MAHASISWA DALAM MENGCOUNTER PAHAM KOMUNIS"

Narasumber :
KARYONO WIBOWO (Indonesia Publik Institute)
BUNG REY ( komite Nasional  Garda Nawacita)
CHAIRULLAH TALAOHU ( Presedium Sentral Kajian Strategis Mahasiswa) ARIEF WICAKSONO ( KETUA UMUM BADKO HMI JABODETABEKA BANTEN )
Ketua Pelaksana : Agung Pratama
Abdul Hakim El (Presedium Aliansi Mahasiswa Pemuda )

"Memurut pandangan telah munculnya kembali adanya komunisme sehingga kita mengadakan diskusi ini kita akan mengangkat sejarah kalau komunis itu dilarang.Sekarang negara kita yang di pimpin oleh Bapak Jokowi sudah keluar dari jalur apa yang kita inginkan.Akses ini sudah masuk politik lagi tiba akal tiba masa,sudah masuk suasana politik." Ujar Abdul Hakim selaku Presidiun AMPUN.

Mahasiswa ialah pelajar perguruan tinggi. Didalam struktur pendidikm lndonesia mahasiswa menduduki jenjang satuan pendidikan teninggi di antara yang lain (KBBI). Adapun Peran dan fungsi mahasiswa adalah Sebagai :

Trun Stock artinya mahasiswn itu harus bisa menjadi pengganti pemimpin di pemerintahan nantinya, yang berarti mahasiswa akan menjadi generasi penerus untuk memimpin bangsa ini.

Agent Of Change artiny: dituntut untuk menjadi agen perubahan. Disini maksudnya, jika ada sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitar dan itu temyata salah. mahasiswa dituntut untuk merubahnya sesuai dengan harapan yang  Sesungguhnya.

Social Control artinya mahasiswa harus mampu mengontrol sosial yang ada di lingkungnn sekitar (lingkungan masyarakat). Jadi selain pintar di bidang akademis, mahasiswa harus pintar juga dalam bersosialisasi dengan lingkungan. Moral Force artinya mahasiswa diwajibkan untuk menjaga moral-moral yang sudab ada. Jika di lingkungan sekitamya terjadi hal-hal yang tak bermoral, maka mahasiswa dituntut untuk merubah serta meluruskan kembali sesuai dengan apa yang diharapkan.

Dilihat dari peran-peran mahasiswa maka Mahasiswa mempunyai peranan besar untuk membentengi Indonesia dalam eksistensi ideology Pancasila yang saat ini mulai membutuhkan perhatian ekstra dalam mengimplementasikannya.Tentu ini memerlukan pemahaman yang baik terlebih dahulu oleh mahasiswa tentang apa dan bagaimana Pancasila ini.Namun ditengah-tengah usaha tersebut muncul gerakan-gerakan kecil  yang dilancarkan para penganut komunis yang masih berusaha mensugest masayarakat tidak terkecuali mahasiswa.Tentu banyak trik dan cara yang mereka lakukan seperti melakukan seminar umum dan diskusi yang umum dihadiri oleh kalangan mahasiswa.

Tentu menjadi tantangan besar bagi mahasiswa untuk mampu mengkritisi berbagai informasi yang diterima melalui forum-forum tersebut tidak hanya itu tapi juga berbagai bentuk tindakan halus yang coba dilakukan oleh kelompok paham komunis.Mungkin tindakan pertama untuk mencolok masuk kembalinya ideology komunis yaitu dengan adanya pendidikan yang semakin baik dalam bidang agama untuk mengcover pribadi mahasiswa agar mampu menjadi pondasi yang kuat. Melakukan seminar,diskusi publik dan kegiatan semacamnya mungkin menjadi wadah yang baik untuk menyebarluaskan paham ideologi Pancasila sehingga mahasiswa sadar bahwa komunis bertentangan dengan ideologi yang kita pahami.

Bahkan jika perlu tindak ekstream dengan menangkap orangorang yang dilansir menganut paham komunis. Selain itu memperketat pengamanan akan menjadi tugas negara yang dilaksanakan bersama-sama dengan masyarakat terutama mahasiswa. Kemudian pengenalan dan penanaman ideology Pancasila yang semakin baik dan merata disemua kalangan terutama mahasiswa agar tumbuh rasa cinta dan bela tanah air dalam diri mahasiswa yang akan menj adi benteng barisan depan Indonesia di masa yang akan datang.Setelah cinta tanah air,tentu rasa nasionalisme itu akan tumbuh dan bennetamorfosis dengan baik karena didukan dengan suasana yang kondusif. Tentu kepekaan mahasiswa dan ketelitian dalam memilah berbagai konflik dan tidak ikut terjerus atas sikap antipati terhadap berbagi

mahasiswa cerdas bukan hanya dalam bersikap tenang dan tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat,bahkan mampu mengakumulasikan berbagai persoalan dan dapat memberi jalan terang terhadap Persoalan serta turut andil memberikan pengawasan terhadap berbagai tindakan-tindakan kecil yang dilakukan oleh kelompok paham komunis. Jika hal ini berhasil tentu persoalan yang banyak itu tidak menjadi kesempatan emas bagi kelompok paham komunis untuk menyebar luaskan ideology komunis apalagi mempropokasi mahasiswa untuk semakin anti terhadap Pemerintahan yang kini sibuk dengan kasus korusi,ekonomi,social budaya yang semakin buruk dan kejahatan HAM yang tidak henti. Besar harapan founding fathers and mother agar apa yang telah menjadi cita-cita luhur dan mulia para pendiri bangsa tetap mampu di jaga bahkan di teruskan bagi kelangsungan bangsa Indonesia yang tengah memasuki era globalisasi yang semakin keras.

Apalagi besarnya kekuatan mahasiswa sehingga mampu melahirkan reformasi yang kini membawa kebebasan dan pemerintahan yang semakin seimbang dan transparan (check and blame). Tajamnya cara berpikir kritis yang dimiliki mahasiswa sebagai kuam intelektual kiranya menjadi sebuah proteksi diri pribadi yang baik dalam menyikapi kehadiran para kelompok paham komunis yang kelak akan hilang
dan tidak lagi menjadi persolan di era Reformasi saat ini.Karna mahasiswa mampu berbicara banyak dalam tatanan pemerintahan masa kalah dengan kaum kelompok komunis yang hanya mampu bersaing dari segi kekejaman dengan era orde baru, karena mahasiswa mampu banyak bicara tentang idiologi Pancasila maka hal inilah yang menjadi garda terdepan masyarakat dalam menghadapi perubahn dan pergeseran ideologi,dengan diadakanya kewajiban pendidikan kewarganegaraan dan pendidikan agama di universitas maka mahasiswa perlu berkontribusi lebih kepada masyarakat tentang berbagai penyimpangan idiologi Pancasila terutama ancaman paham komonis yang ada di masyarakat.