ASOSIASI SERIKAT PEKERJA INDONESIA, GERAKAN NASIONAL NON TUNAI : KAMI MENOLAK PHK MASSAL!

Jakarta,14 September 2017 Tempat: LBH Jakarta Lt 1, Jl Pangeran Diponegoro No 74, Jakarta Pusat.Dimulai diterapkan pembayaran tol non tunai. Ditargetkan, pada tanggal 31 Oktober 2017, pembayaran non tunai berlaku 100% di seluruh jalan tol.

Gerakan nasional Non Tunai (GNN/less cash society) yang di canangkan Pemerintah melalui Bank Indonesia sejak Agustus 2014 lalu, mendapat penolakan dari Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

mirah Sumirah, Presiden ASPEK Indonesia juga wakil ketua Lembaga Kerja Sama Triparti Nasional, dalam Konferensi Persnya hari ini di Kantor LBH Jakarta, mengatakan bahwa dampak dari GNNT ini akan menimbulkan jutaan pengangguran baru akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di berbagai sektor Industri.

Masyarakat sesungguhnya tidak membutuhkan GNNT, termasuk penggunaan jalan tol tidak membutuhkan transaksi non tunai/elektronik di gardu tol otomatis (GTO). GTO menguntungkan koorporasi perbankan dan mengabaikan hak rakyat! jika target pemberlakuan transaksi non tunai hanya " Mudah, aman dan efisien" itu jelas terlalu mengada ngada karena toh  selama ini masyarakat sudah menggunakan uang tunai dalam setiap transaksinya.

Selain ancaman PHK massal di berbagai sektor industri,  ASPEK Indonesia juga menilai bahwa GNNT bertentangan dengan Undang undang tentang Mata Uang dan Undang Undang Perlindungan Konsumen.

Mirah juga mengingatkan masyarakat untuk kritis karena karena pemilik dan pengguna kartub e toll, tanpa sadar sesungguhnya telah diambil paksa uangnya oleh pihak pengelola jalan tol dan oleh bank yang menerbitkan kartu e toll.

Terkait dengan hal in

i, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan ASPEK Indonesia sebagai induk organisasi serikat pekerja jalan tol menilai bahwa kebijakan ini justru akan merugikan masyarakat sebagai konsumen. Selain itu, kebijakan otomatisasi jalan tol ini juga akan berdampak pada PHK puluhan ribu pekerja jalan tol.

Selain otomatisasi, buruh dan masyarakat juga menolak kenaikan tarif tol secara otomatis yang mencapai 300%, khususnya di Jagorawi.

Oleh karena itu, KSPI dan ASPEK Indonesia mengundang rekan-rekan wartawan dalam Konferensi Pers terkait pemaparan sikap kaum buruh terhadap kebijakan tersebut di atas, yang akan diselenggarakan pada:

Konferensi Pers ini akan dihadiri oleh:
1. Presiden KSPI, Said Iqbal.
2. Presiden ASPEK Indonesia, Mirah Sumirat.
3. Testimoni dari pegawai/karyawan jalan tol.