DPP LDII Mengajak Warganya Semangat Berbagi Dalam Bingkai Iman dan Taqwa

Beritash,Jakarta (1/9)2017 --DPP LDII mengajak seluruh warganya di pelosok tanah air untuk melaksanakan kurban Data sementara yang dihimpun DPP LDII, pada idul Kurban kali Ini, warga LDII seluruh Indonesia berhasil memngumpulkan 17000 sapi dan 21.000 kambing.

Harga sapi dan kambing yang setip tahun terus naik, disiasati warga LDII dengan menabung setahun sebelunnya. Tabungan itu dikumpulkan oleh warga LDII dikumpulkan dan di catat pada setip pengajian di level Pengums Anak Cabang (PAC) --yang biasanya 2-3 kali seminggu, "Berkurban bagi umat Islam dan khasusnya bagi warga LDII adaiah wujud keimanan dan ketakwaan, sekaligus berbagi dengan sesama," ujar Ketua Umum DPP LDll.

Kurban merupakan bentuk dari keimanan dan imam-man yang dicontohkan oleh nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Saat Allah memerintahkan nabi Ibrahim menyembelih Ismail, mereka berdua dengan ikhlas penuh ketakwaan melaksanakan perintah itu, dan Allah mengganti ismail dengan seekor domba. Bahkan nabi Muhammad SAW, menurut Abdullah Syam, dalam berbagai riwaya’t yang sahih menjelaskan bahwa amalan tertinggi pada 10 Dzulhijah adalah berkurban, ‘Sebelum darah kurban menetes di permukaan bumi, Allah mencatat pahalanya karena iman dan takwanya, bukan soal harga sapi atau kambingnya,’ papar Abdullah Syam.

Bahkan, Rasullah juga bersabda, pahala orang yang berkurban hanya bisa tertandingi oleh orang yang mengorbankan  seluruh harta dan dirinya dalam jalan Allah, “Dan dalam jihadnya itu, ia pulang tinggal nama,’ urai Abdullah Syam Keimanan dan ketakwaan yang dilandasi oleh hadist-hadist dari Rasulullah itulah yang membuat warga LDII, melihat kurban sebagai peristiwa yang harus rayakan.

Selain itu, kurban merupakan alat untuk membangun solidaritas nasional. 'Dalam kurban, umat islam diajarkan dan diperintahkan oleh Allah dan Rasul untuk berbagi, entah kepada yang kaya atau yang miskin, semuanya berbahagia menikmati daging kurban, papar Ketua DPP Prasetyo Soenaryo. Dalam pandangan Prasetyo, selain melaksakan perintah Allah, kurban mempakan wujud kepedulian sosial untuk berbagi kepada sesama tanpa melihat suku, agama, dan ras.

“Warga LDII di Nusa Tenggara Timur, Papua. dan Ambon tentu berbagi daging kurban dengan masyarakat sekitarnya, nonmuslim sekalipun imbuh bentuk dakwah bin hall, dakwah dengan perbuatan yang menyenangkan,’ imbuh Prasetyo Soenaryo.

Menurut Prasetyo, dalam keadaan ekonomi dunia yang melambat berpengaruh pula terhadap daya beli masyarakat. Dengan adanya kurban. masyarakat bisa menikmati daging yang tidak setiap hari mereka konsumsi. 'lnilah berkah berbagi. Masyarakat bisa menikmati daging yang tak setiap hari konsumsi mereka beli papar Prasetyo.