DANAU TOBA MENGGUGAT PT AQUAFARM NUSANTARA, PT. SURI TANI PEMUKA, MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN, DKK DENGAN TUNTUTAN PEMULIHAN AIR DANAU TOBA SENILAI RP.905.667.000.000.000,(SEMBILAN RATUS LIMA TRILIUN ENAM RATUS ENAMPULUH TUJUH MILYAR RUPIAH).

Jakarta,Agustus 2016, Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas bersama menteri-menteri di seIa-seia Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Simalungun. Beberapa poin penting yang di hasilkan dari rapat tersebut adalah menyatakan bahwa Danau Toba merupakan bagian dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional yang diprioritaskan untuk dikembangkan oleh Kementerian Pariwisata dan merencanakan kegiatan terkait kelestarian Danau Toba, pembersihan lingkungan Danau Toba akan dievaluasi terkait keramba-keramba (Keramba Jaring Apung).

Dua perusahaan besar yang hingga saat ini masih melakukan kegiatan usaha perikanan dengan cara membuat Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan Danau Toba adaiah PT. AQUAFARM NUSANTARA dan PT. SURI TANI PEMUKA. Kegiatan usaha perikanan miiik PT. AQUAFARM NUSANTARA dan PT. SURI TANI PEMUKA tersebut membutuhkan pakan (pelet) ikan.

Pada bulan Februari 2016 Plt Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi (yang saat ini telah menjabat sebagai Gubemur Sumatera Utara) menyebutkan jika mengutip paparan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dari + 250 ton pakan (pelet) yang dimasukkan ke Danau Toba setiap hari, hampir +20 persen tidak dimakan ikan dan mengendap ke dalam dasar danau (in casu Danau Toba), akibatnya kualitas air Danau Toba menjadi TERCEMAR.

Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sumatera Utara tahun 2015 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Simalungun menyatakan bahwa terlihat hasil pemantauan air Danau Toba, yakni pemantauan Danau Toba dilakukan di 22 titik sampling. Hasilnya Status mutu air di 18 titik (Ajibata, Onan Runggu, Sigaol, Porsea, Balige, Muara, Bakkara, Tao Nainggolan, Palipi, Pangururan, Tao Silalahi, Silalahi, Haranggaol, Simanindo, Ambarita, Tomok, Panahatan) TELAH TERCEMAR.

YAYASAN PENCINTA DANAU TOBA (YPDT), melalui FT. Sucofindo (Persero) telah melakukan pengambilan data, pengolahan dan analisis terhadap kualitas air Danau Toba, pada tanggal 10 November 2016 di 11 (sebelas) titik di kawasan Danau Toba. Hasil analisis tersebut menyatakan bahwa Air Danau toba saat ini sudah TERCEMAR dan bukan lagi air dengan kualitas air kelas 1 (satu), sebagaimana dimaksud oleh pasal 5 Peraturan Gubernur No 1 tahun 2009.

Begitu pula dengan surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/209/KPTS/2017 tentang status Tropik Danau Toba yang di dalam salah satu pertimbangan menyatakan "Adanya penurunan kualitas air danau Toba yang terus terjadi dari tahun ke tahun yang di tunjukkan oleh perubahan status mutu air , dari "baik" Pada tahun 1996 menjadi "cemar berat" pada 2016.

Akibat perbuatan pencemaran air Danau Toba yang di lakukan oleh PT, Aquafarm Nusantara dan PT, Suri Tani Pemuka tersebut tentunya akan menghalangi pelaksanakan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata kelas dunia. Disamping itu warga setempat khususnya warga Desa Huta Ginjang Lontung, Kecamatan Simanindo saat ini kesulitan menemukan air minum bersih, sehingga warga harus mencari air minum bersih hingga 3 kilometer dari danau toba.

Terhadap kondisi air Danau Toba yang sudah TERCEMAR, pada tanggal ll Agustus 2017, DANAU TOBA melalui YPDT mengajukan sekaligus mendaftarkan Gugatan Organisasi Lingkungan Hidup terhadap PT. AQUAFARM NUSANTARA (TERGUGAT 1), PT. SURI TANI PEMUKA (TERGUGAT II), MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN (TERGUGAT III), GUBERNUR PROPIN SI SUMATERA UTARA (TERGUGAT IV), BUPATI KABUPATEN SIMALUNGUN (TERGUGAT V), BUPATI KABUPATEN SAMOSIR (TERGUGAT VI), dan BUPATI KABUPATEN TOBA SAMOSIR (TERGUGAT VII) ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, karena melanggar Pasal 69 ayat(1) huruf a UU RI No. 32 Tahun 2009 dengan tuntutan pemulihan fungsi air Danau Toba) senilai Rp. 905.667.000.000.000,(sembilan ratus lima triliun enam ratus enampuluh tujuh milyar Rupiah).

Team Litigasi Yayasan Pencinta Danau Toba;
Robert Paruhum Siahaan,S.H.
Deka Saputra Saragih,SH
FX.Denny Satria Aliandu,SH.
Antonius Triyogo Whisnu,SH,M.kn.
Ignatius Yoga Adinugroho,SH,M,kn