Ratusan Anggota Gabungan Operator TV Kabel Indonesia (GO TV Kabel Indonesia) Deklarasi Gerakan Nasional Tayang FTA Gratis

Beritash.com

Gabungan Operator Televisi Kabel Indonesia, atau disingkat GO – TV Kabel Indonesia adalah organisasi yang didirikan secara sukarela oleh operator dan pengusaha UKM TV Kabel berbadan hukum Indonesia berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, visi, misi, serta kegiatan dan tujuan untuk berpartisipasi membantu Pemerintah dalam pembangunan penyampaian informasi seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia, mencerdaskan kehidupan Bangsa serta memajukan infrastruktur dan suprastruktur Televisi Kabel Indonesia.

Tercatat lebih dari 7.000 lebih penyelenggara siaran berbasis TV kabel di Indonesia dengan total rumah tangga pengguna jasa TV Kabel di Indonesia, dan berdasarkan data empiris– jumlahnya mencapai lebih dari 9 juta rumah tangga atau setara dinikmati oleh lebih dari 40 Juta penduduk Indonesia yang berada di pelosok negeri dari Sabang sampai Merauke.

Banyaknya tekanan dan kriminalisasi terhadap anggota GO TV Kabel Indonesia yang dilakukan Dragon, APMI dan MNC Sky Vision, masalah penanyangan di Frekuensi FTA yang sudah jelas tidak berbayar alias gratis, maka pada Jum’at (13/10) Gabungan Oerator TV Kabel Indonesia (GO TV Kabel Indonesia) melakukan Deklarasi Gerakan Nasional Tayang FTA Gratis di adakan di salah satu Resto Senayan City Jakarta Selatan.

Ratusan anggota GO TV Kabel Indonesia yang juga pengusaha UMKM TV Kabel dari seluruh Indonesia hadir untuk mendeklarasikan Gerakan Nasional Tayang FTA Gratis, karena selama ini mereka para pelaku usaha UMKM merasakan tekanan dan intimidasi dari beberapa perusahaan yang menyatakan diri mempunyai Frekuensi milik mereka, tetapi sudah jelas ini frekuensi milik publik alias gratis, sehingga anggota GO TV Kabel Indonesia merasakan menjadi “sapi perah” bagi perusahaan diantaranya dari MNC Sky Vision, Dragon, APMI, anggota GO TV Kabel tidak nyaman dalam berusaha mencari nafkah di bidang TV Kabel, yang mempunyai tujuan selain sebagai hiburan juga informasi bagi masyarakat terutama di daerah pedesaan di seluruh pelosok Indonesia.

Seperti yang dialami oleh Wijatmoko pengusaha UMKM TV Kabel dari Batam Kepri yang sering mendapatkan surat somasi dari MNC Group mengatakan, pada dasarnya kami berbisnis tidak gratis , apabila ada yang kami harus bayar, kami tetap bayar, tetapi jika FTA itu seharusnya Free atau tidak bayar, karena milik publik, maka seharusnya kami tidak harus bayar, namun kami tetap harus bayar dengan berbagai ancaman dan somasi yang datang kepada kami,”katanya saat paparan didepan peserta Deklarasi Gerakan Nasional Tayang FTA Gratis.

Lanjutnya, kita berbisnis adanya Agreement dan tidak ada unsur paksaan, dan saling mengutungkan, namun kami sudah banyak tekanan, maka kami menyerahkan segala persoalan yang menimpa kami kepada induk Organisasi kami GO TV Kabel Indonesia dengan Biro Hukumnya untuk melindungi kami dari pemaksaan dan intimidasi pihak-pihak yang ingin mengeruk keuntungan dengan melalui FTA Gratis,”lanjutnya.

Sedangkan dari Hendy pengusaha UMKM TV Kabel Propinsi Jambi mengatakan, saya pada waktu itu dikirimi surat somasi dari ex perusahaan yang berisi suruhan agar kami membayar FTA Gratis, sedangkan sejak tahun 2008 –sekarang saya hanya mampu membayar premium, sedangkan untuk FTA milik publik kami anggap gratis, dan setelah ada tekanan saya berkontrak pada 18 Agustus 2017, saya takut disomasi dan dilaporkan, dan ini merupakan bentuk tekanan yang saya anggap menakutkan dan saya meyerahkan persoalan ini kepada GO TV Kabel Indonesia sebagai organisasi kami sebagai pengusaha kecil UMKM yang selalu merasakan ketakutan disomasi dan dilaporkan ke pihak kepolisian,”katanya.

Sedangkan perwakilan korban intimidasi berasal dari Banten bapak Yusuf mengatakan, pada dasarnya yang dirasakan oleh teman-teman adalah sama, yakni adanya keberatan dengan apa-apa yang ditanggungkan ke kita, yang pada awalnya dipaksa untuk berkontrak, kemudian dipaksa untuk berhenti menayangkan siaran MNC Group, suratnyapun ada pada kami, setelah itu kami diundang untuk negosiasi penayangan channel-chanel siaran MNC Group, dengan bayaran yang tinggi, padahal letaknya ada di FTA atau gratis,”jelasnya.

Ia melanjutkan, kalau dihitung-hitung akan tidak matching atau ketemu dengan permintaan pembayaran tinggi, sedangkan pemasukan kami hanya terbatas sebagai usahawan kecil UMKM TV Kabel yang melayani masyarakat kecil hingga kepelosok daerah Banten,dan kami takut untuk dituntut atau disomasi,kami serahkan semua ini kepada GO TV Kabel Indonesia sebagai induk kami,”jelasnya .

Sebagai Waketum GO TV Kabel Indonesia, Agus juga merasa prihatin dan berusaha untuk menyampaikan persoalan teman-teman kepada organisasi GO TV Kabel Indonesia bersama kuasa hukum kami,”katanya.

Sedangkan Muhlis Sekjen GO TV Kabel Indonesia mengatakan maksud dan tujuan mereka itu FTA gratis penguasa, dan bahwa FTA itu gratis tidak boleh berbayar. Dan apabila berbayar, maka akan menyalahi aturan, jadi pada hari ini kita Deklarasikan Tayang FTA Gratis hingga gaungnya kepelosok negeri dari Sabang hingga Merauke, Papua dan teman-teman pengusaha UMKM TV Kabel mari kita gabung kesini dengan kami yang melakukan Gerakan FTA Gratis diseluruh Indonesia,”jelasnya.

Muhlis ,melanjutkan, kita sudah banyak membantu pihak MNC Sky Vision dengan menayangkan program-program mereka MNC Group, karena dengan TV Kabel hingga pelosok negeri, dan kami menanyakan Legal Standing dari mereka MNC Group, apabila tidak dapat membuktikan kami akan menempuh jalur hukum,”tegas Sekjen.