ETU 3/8 2018 JAKARTA FASHION WEEK 2018 “INTERDECADAL” COLLECTION

Mengolah kembali arsip tren dari masa Iampau telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tendensi perputaran tren fashion. Karena arsip fashion merupakan salah satu warisan berharga yang dapat terus diolah dan dikembangkan agar senantiasa relevan dengan pergerakan zaman.

Untuk koleksi Spring/Summer 2018, ETU mempersembahkan sebuah rangkaian rancangan berpakem modest yang terlahir atas hasil eksplorasi tren fashion Iintas dekade. Mengangkat tajuk “lnterdecadal”, ETU mengedepankan siluet-siluet khas era ’40-an dan ’60-an; dua era dengan kekuatan estetika yang berbeda namun tetap selaras ketika dipadankan. Juxtaposition atau perbandingan antara siluet ala era ’40-an yang menekankan garis pinggang dipadukan dengan potongan Iurus aIa era ’60-an terbukti mampu menciptakan tampilan modest yang minimalis, klasik, dan elegan, dengan injeksi nuansa feminin yang bersahaja.

Hadir pula power suit yang diadaptasi dari tren ’40-an sebagai wujud selebrasi spirit feminisme ketika kaum perempuan mulai mendapatkan kesempatan bekerja Iayaknya kaum pria–sebuah semangat yang bersinergi dengan misi ETU untuk menghadirkan busana siap pakai bagi perempuan mandiri dengan aspirasi karier yang tinggi.

Konsisten menyuguhkan koleksi modestwear dengan desain yang versatile dan dapat dikenakan melintasi gempuran tren yang silih berganti, telah menjadi kekhasan ETU sejak awal kali berdiri pada tahun 2014. Dan untuk koleksi ini, ETU menggunakan material maskulin seperti wool-twill dan twill blend dengan motif dan palet bernuansa genderless kemudian memadukannya dengan bahan organdi yang sarat akan kesan feminin sebagai aksen dekoratif yang menjadikan busana bermaterial serta berpotongan klasik tampak Iebih atraktif. Sebuah permainan garis rancang maskulin dan feminin dalam proporsi yang seimbang demi menciptakan tampilan modest yang appropriately stylish.