KRIMINALISASI DAN DISKRIMINASI HUKUM DI SULAWESI SELATAN

Beritash.com

Makassar,10 Nopember 2017-Korban jadi tersangaka, kriminalisasi dalam perkara laporan polisi no 2466/1x2014/Polda sul-sel /Restabes Makassar yang sudah dicabut dengan penyelesaiyan Restorative justce , korban mengampuni pelaku .Dengan terlebih dahulu pelaku mengembalikan hak-hak korban MK.

Fakta itu menunjukan bahwa MK adalah korban ,kebaikan dan kebikaksanaan  MK malah dimanfaatkan oleh MN Melakukan niat jahatnya dengan memutar balikkan fakta bagai ular kejepit pohon saat kejepit mita tolong begitu lolos sang penolong kembali di lilit.

Anehnya hukum di Negeri ini Korban jadi tersangaka, diduga kentalnya permufakatan jahat dan konsfirasi MN dengan Oknum Penegak hukum , MK dipaksakan jadi tersamgaka .Untuk memuluskan tindakan kejahatanya MN diduga menggunakan kaki tangan oknum penegak Hukum , sehingga menurut kuasa Hukum MK , interpensi tajam sampai urusan berobat MK pun campur tangan.

Kuasa Hukum MK  menjelaskan bahwa komunikasi dengan pihak penegak Hukum dengan pengacara dan kuarga MK tidak berjalan dengan baik dan tetap koperatip, anehnya MK dijadikan DPO .padahal aktifitas kantor ,usaha dan keluaga MK jelas dan bisa dipertanggung jawabkan.
Alasan untuk penetapan DPO MK tidak memenuhi sarat ,pasalnya tanggal penetapan DPO MK itu ada surat keterangan sakit dan masih sedang dalam peroses pengobatan.Dan pengacaranya pun sudah memberikan pernyataan jaminan atas MK tidak akan  melarikan diri anehnya itu diabaikan .

MN, diduga memamfaatkan oknum penegak hukum untuk mempermudah aksi kejahatanya untuk menguasai ,merampas apa yang menjadi hak ibu MN.
termasuk diduga melakukan manfaatkan media Salah satu media MKRIku.com untuk mencemarkan nama baik ibu MK
yang setelah dacak di website Dewan Pers di Jakarta  nama media tersebut tidak terdaftar .