KRIMINALISASI HUKUM DAN MATINYA KEADILAN DI MAKASSAR

Beritash.com

Maling tereak maling, Korban jadi Tersangka MK(nama inisial) menuturkan melalui kuasa hukumnya,ini kasus sangat dipaksakan untuk MK dijadikan tersangka. Lebih parahnya lagi diduga ada oknum yang sengaja ingim menjatuhkan usaha dan karir MK dengan sengaja mengambil gambar dimalam hari ,keadaan kantor tertutup lalu membuat pemberitaan kalau kantor MK sudah tutup.Hal tersebut menurut MK itu menjatuhkan usaha dan dan pembunuhan karakter,tindakan itu sangat merugikan MK.

Alasan untuk penetapan DPO MK tidak memenuhi sarat ,pasalnya Tanggal penetapan DPO MK itu ada surat keterangan sakit dan masih sedang dalam peroses pengobatan.dan pengacaranya pun sudah memberikan pernyataan jaminan atas MK tidak akan  melarikan diri anehnya itu diabaikan .

Sedangkan Penetapan DPO itu jika yang bersangkautan tidak jelas keberdaanya, dan tidak ada komunikasi ke pihak kepolisian,
menurut kuasa Hukum dan kuarga MK yang ditemui awak media ,komunikasi intens dan berjalan dengan baik.bahkan setiap saat kuasa hukum MK mondar mandir ke Polrestabes makasar, Polda Sul-sel  bahkan kemarin tgl10/10/2017 terjadi insiden yang menggelitik, wadir Polda Sul-sel menantang duel didepan umum dengan kuasa hukum MK.Jadi tontonan seperti gaya preman stasiun bus kota.Apa siapa gerangan MN(inisial)sampai seorang Wadir rela pasang badan.

Ketika keadilan sudah menjadi barang dagaan maka kejahatan semakin menggurita . Si pelaku kejahatan sengan mudahnya melancarkan aksi kekahatanya dengan menggunakan kaki tangan oknum penegak hukum seperti kasus yang menimpa MK  korban  dijadikan tersangaka
MN yang diduga untuk memuskan kejahatanya untuk menguasai hak MK dengan menghalakan segala macam cara  memanfaatkan kaki tangan oknum penegak hukum.

Yang lebih jahat lagi fitnah yang direkayasa mereka untuk menjatuhkan MK,menghabiskan karir dan usahanya dengan mengambil gambar kantor MK dimalam hari lalu menyebarkan berita bahwa kantor MK sudah tutup,padahal pengambilan gambar dimalam hari jelas kantor memang tutup,"begitu tutur MK,melalui ponselnya ketika diklarifikasi oleh awak media.