SEMINAR SEHARI SERTIFIKASI PROFESI di Hotel Harris Summarecon Bekasi

Beritash.com

Bekasi,31 Oktober 2017-Seminar Sehari & Workshop pentingnya Sertifikasi profesi sarana penguat & pengakuan kompetensi multi industri dan pendidik.Acara berlangsun di Harris Hotel Convention Hall Sumerecon bekasi.
Adapun narasumber :
1. Dr. Sumarna F Abdurahman - Ketua BNSP RI
2. Dr. Rudi Salahuddin - Deputi IV Menko Perekonomian RI
3. Ir. Henny Lilywati, M. Surv. Sc - Direktur LSP Geomatika
4. Angelica Tengker, MBA - Ketua YLPG "IBM ASMI"
5. David Darmawan, MBA - CEO Socentix

Pentingnya Sertifikasi Profesi SDM Profesional sebagai Sarana Penguatan dan Pengakuan Kompetensi Multi Industri & Pendidik, Menuju Indonesia Emas dan Mercusuar Dunia.

Tantangan di era globalisasi dan pasar yang kompetitif menuntut daya tahan dan daya saing sebuah kelompok, komunitas, organisasi dan negara dalam bentuk pengembangan sumber daya manusia sebagai “intelectual asset” menjadi salah satu faktor yang penting dalam mendukung produktivitas dan keunggulan kompetititf perusahaan.

Tahun 2015 lalu merupakan momentum besar dalam pembangunan kompetensi yaitu tahun implementasi integrasi Masyarakat Ekonomi ASEAN, dimana salah satu unsur penting adalah aliran bebas tenaga kerja trampil (free flow of labor skill) diantara negara negara yang tergabung dalam ASEAN.

Dengan telah ditetapkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) melalui Peraturan Presiden Nomor 08 tahun 2012 dan telah disepakatinya ASEAN Qualification Reference Framewrok (AQRF) pada akhir tahun 2014, maka pengembangan kompetensi SDM semakin jelas untuk dapat bersaing dengan negara negara mitra bisnis, dan memberikan kepastian link and match antara dunia kerja dengan dunia industri.

Di mana, Kerangka Kualifikasi ini memberikan pedoman penyetaraan proses pembelajaran dari dunia pendidikan, pelatihan dan pembelajaran di tempat kerja. Masalah link and match dan relevansi lulusan pendidikan tinggi, termasuk pelatihan dengan dunia kerja masih terus menjadi isu nasional,karena masalah kurangnyaemployability (kecakapan bekerja) pada dunia kerja.

Hal ini menyebabkan industri harus mengembangkan kelembagaan pendidikan dan pelatihan seperti training centre, corporate university dan bahkan Pendidikan Tinggi.Kendatipun sudah merekrut calon karyawan yang berasal dari Pendidikan vokasional,  diklat bagi canaker mutlak diperlukan. Guna bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) diperlukan peningkatkan kompetensi, baik dari sisi sumber daya manusia (SDM) maupun organisasi.

Para praktisi SDM dituntut untuk lebih meningkatkan profesionalisme dalam mengelola SDM di organisasi, SDM harus memiliki kompetensi sesuai standar yang dtetapkan (UU 13 Tahun 2003) bahwa kompetensi kerja adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja.

Menjadi penting artinya sebuah sertifikasi calon karyawan atau karyawan itu sendiri, bagi suatu Divisi SDM karena Divisi SDM adalah mitra strategis bagi pimpinan organisasi dalam mengelola dan mengembangkan SDM.

Salah satu bentuk dukungan untuk meningkatkan profesionalisme praktisi SDM juga diberikan oleh pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja yang mengeluarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). SKKNI ini berisi rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, atau keahlian serta yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan.
Program sertifikasi kompetensi merupakan upaya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia, baik untuk skala domestik maupun internasional.

TUJUAN SEMINAR
Melalui seminar dan workshop ini diharapkan mampu menjadi media edukasi, diskusi, transformasi, dan aspirasi masyarakat khususnya Masyarakat akademisi, pemerintahan dan semua sektor Industri Nasional terhadap pentingnya “Sertifikasi Profesi” sebagai sarana Penguatan dan Pengakuan Kompetensi sesuai SKKNI yang berlaku Nasional dan Internasional.

TARGET :
Pemahaman/penyadaran tentang perlunya sertifikasi profesi dan standar Implementasinya baik yang berlaku nasional dan Internasional, SKKNI dan KKNI.

Pengenalan Terhadap Fungsi Lembaga Sertifikasi Nasional (BNSP) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sebagai Pelaksana
Manfaat Profesional Bersertifikasi Profesi serta hubungan dengan industri yang membutuhkan.

SASARAN :
Dosen, Guru dan Pengajar di wilayah APTISI IVA Komisariat IVA Bekasi Raya dan Karawang
Seluruh SDM Industri di Wilayah Bekasi Raya dan Karawang;
Pengelola Aparatur Negara dan Pemerintahan;
Masyarakat Umum yang ingin mendapatkan Sertifikasi Profesi;
Masyarakat Nasional yang menjangkau Informasi Seminar ini.

Kebijakan pengembangan tenaga kerja berbasis kompetensi,Undang-undang No 13/2003,setiap tenaga kerja berhak untuk memperoleh dan meningkatkan atau mengembangkan kompetinsi sesuai dengan bakat yang di miliki. BNSP merupakan lembaga yang di independen dalam melaksanakan standar proses pembelajaran internasional.Program pelatihan kerja disektor tenaga kerja yang implikasinya tidak semua jenis pelatihan.Kerangka kualifikasi nasional merupakan penjenjangan profesi.Sertifikat profesi merupakan pengakuan untuk melakukan praktik profesi yang diperoleh lulusan pendidikan profesi yang di selenggarakan oleh perguruan tinggi bekerja sama dengan kementerian lain,LPNK atau organisasi lainnya.