MUSYAWARAH BERSAMA WARGA PENGHUNI APARTEMEN SUNTER METRO PENGURUS RW DAN PENGELOLA APARTEMEN SUNTER METRO JAKARTA UTARA

Jakarta,8 Januari 2018-Beberapa masalah dalam pertemuan ini yang dikeluhkan oleh warga penghuni, diantaranya masalah aturan stiker parkir yang dianggap sewenang-wenang yang dikemukakan oleh Bapak Paulus yang berlangsung di Aula Apartemen Sunter Metro Jakarta Utara.

Adapun warga mengharapkan kehidupan di apartemen bisa aman, nyaman dan harmonis.Menurut Pak Paulus salah seorang warga penghuni Sunter Metro, menyatakan bahwa Pak Johan selaku ketua RW.011,Kelurahan Papanggo dan sekaligus sebagai pengurus Apartemen Sunter Metro telah melakukan kekerasan terhadap warga penghuni Apartemen Sunter Metro.

Fredy jadi penghuni di apertemen sudah 4 tahun,"jadi kita jadi penghuni di lingkungan apertemen adalah satu warga.baik pengurus apertemen kita harus komunikasikan kalau ada apa-apa,"tegas Fredy di depan para awak media.

Kita harus bahas dan merangkul kalau ada permasalahan,yang nyatanya kami dapat suatu masalah kalau satu orang yang ngomon bisa kita tidak percaya ini lebih dari satu orang yang ngomon.Dan ini kita tanggapi dengan serius,fredy menyampaikan kepada pengurus apertemen tersebut kalau adanya bom waktu yang akan siap meledak.Karena adanya ketidak puasan para penghuni apartemen tersebut.Dan perlu kita ketahui kalau Pak Johan ini salah satu pengurus dari apertemen ini.

Pertemuan ini dihadiri juga oleh Lurah Papanggo bapak Mariono,  Koramil dan Polsek, serta warga RW. 011 kelurahan Papanggo, Kec.Tanjung Priok, Jakarta Utara, khususnya penghuni Apartemen Sunter Metro.

Dari pertemuan ini diharapkan adanya solusi terhadap beberapa permasalahan yang berkaitan dengan Apartemen Sunter Metro.
Ada permasalahan yang menurut Pak Toni sebagai penyewa apartemen, ada permasalahan  seperti Bom waktu dimana pengurus RW bersikap diktator (sok kuasa),Fredi penghuni  yang sudah 4 (empat) tahun tinggal di apartemen ini manginginkan agar kalau ada permasalahan mari kita diskusikan, ketua PPRS (Pengurus Perumahan Rumah Susun),Pak Johan tidak merangkul dengan para penghuni. Selama 4 (empat)tahun ini memang ada perubahan, apartemennya jadi lebih bagus cuma yang bersangkutan tertutup,tidak komunikatif dan tidak mau diajak bermusyawarah termasuk tidak menanggapi kalau ada saran dari warga penghuni apartemen inilah yang jadi bom waktu.