Enam Delegasi Pascasarjana LPDP UI Presentasikan Solusi Multi-Keilmuan dalam Refleksi 50 tahun ASEAN di Spanyol

Enam Delegasi LPDP UI Yang Berhasil Presentasi Jurnal Ilmiahnya di Spanyol
Jakarta, beritash. Com~ Universitas Indonesia (UI) khususnya pascasarjana turut aktif dengan 6 delegasinya sebagai Pembicara dengan keragaman bidang keilmuan dalam  memberikan solusi terkait permasalahan ASEAN  di International Conference On Asean Studies (ICOAS) yang berlangsung 20-24 Maret 2018 di Centro Cultural La Corrala, Universidad de Madrid, Spanyol.

Adapun yang menjadi perwakilan  LPDP Universitas Indonesia adalah Pertama,  Nenny Rianarizkiwati , Mahasiswi Doktor Ilmu Hukum dengan judul “ASEAN’s Readiness for Personal Data Protection : Learning From Neighbourhood”. Kedua, M.Fahmi Priyatna, Mahasiswa Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik dengan judul “ The Lower Interest Rate on MSMEs (Micro Small Medium Enterprises) and its impact to Indonesian Economy : An Input-Output Analysis”. Ketiga, Prisca Octaviani Samosir dengan judul “Antidumping and Countervailing Duties by the United States Against ASEAN Importers as Contributors of US Deficit.” Keempat, Rahmad Ramadhan Hasibuan, Mahasiswa Magister Hukum Kenegaraan dengan judul “ Arrangement  of State Control  Role on Natural Resources Perspective of Economic Constitution in Indonesia”. Kelima,  Nurfaika Ishak, Mahasiwi Magister Hukum Kenegaraan  dengan judul “The Implementation and Supervision of Official Discretion in Local Government of the Republic of Indonesia . Keenam, Sonia Anggun Andini, Mahasiswi Magister Ilmu Ekonomi dengan judul “The Impact of Exchange Rate Violatility and Exports Performance : The Case of Indonesia’s Exports to ASEAN Countries”.

Konferensi internasional ini diadakan sebagai refleksi 50 tahun organisasi regional asia tenggara yaitu ASEAN(Association of Southeast Asian Nations) dalam Kemajuan 10  Negara-negara anggotanya sejak didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967. Konferensi ICOAS 2018 ini dihadiri oleh berbagai pakar dan ahli yang berasal dari seluruh dunia, mulai dari Asia Tenggara hingga dari Eropa dan diikuti 50 Universitas di dunia.

Selama Konferensi ini banyak gagasan,  kritik dan saran  terhadap perkembangan ASEAN di masa depannya dan semakin  menarik dengan adanya pembelajaran dengan komparasi terhadap  kemajuan  Kawasan Uni Eropa dan permasalahan yang dihadapinya terakhir  seperti memisahkan dirinya Inggris dari Uni Eropa.

Mengikuti kegiatan konferensi internasional ICOAS 2018 di Madrid, Spanyol merupakan pengalaman penuh makna, karena disamping banyak mendapatkan insight knowledge dari peserta konferensi untuk isu-isu Asia Tenggara dan Uni Eropa, kami juga banyak mendapatkan pelajaran tentang bagaimana kehidupan di Eropa, cuaca yang cukup dingin, transportasi publik yang terintegrasi dan nyaman, tata kota yang baik mekipun padat tidak menimbulkan kemacetan, dan lain-lain.” ujar Fahmi Priyatna, Salah satu  delegasi LPDP Universitas Indonesia

Menurut Prof. Raymond dari Universidad Autonoma de Madrid, salah satu isu yang masih menjadi permasalahan terbesar di ASEAN dan Uni Eropa adalah isu dan kebijakan keberadaan pengungsi selain itu juga perlunya perlindungan data Pribadi (PDP). Hal ini sesuai sekali dengan Jurnal Ilmiah salah satu peserta delegasi UI
“Perlindungan data pribadi harusnya Indonesia belajar dari pengaturan European Union & negara-negara  sahabat di ASEAN.

Hal ini misalnya EU (EUROPEAN UNION)  sudah memiliki peraturan tentang perlindungan data pribadi sejak tahun 1995 yang awalnya dalam bentuk Directive dan sekarang sudah ditingkatkan menjadi Regulation  di  tahun 2016. Ini artinya PDP adalah issue yg semakin penting pengaturannya.

"Oleh karenanya  PDP selayaknya juga menjadi penting bagi Indonesia untuk melindungi kepentingan Warga Negara dan  setiap orang untuk  pemenuhan HAM atas privasi informasi” tambah, Nenny Riana, yang baru meraih gelar Doktor ilmu hukum di UI.

Selama konferensi tersebut  semua delegasi yang merupakan penerima beasiswa LPDP Kementrian Keuangan di UI aktif terlibat  seluruh rangkaian acara mulai dari   Focus Group Discussion (FGD), Presentasi Jurnal Ilmiah masing-masing  dan Menerima masukan dari peserta lainnya untuk karya mereka  dipublikasikan di beberapa jurnal internasional.

Akhirnya, acara seperti ini sangat berguna secara akademik dan nonakademik. Selain itu juga semakin  mengeratkan diplomasi terutama hubungan internasional antar negara di Asia Tenggara dan Uni Eropa. []