Halalbihalal DMI : pemanfaatan masjid Sebagai Pusat Ekonomi Umat

Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) menggelar acara Halalbihalal, di masjid istiqlal, Jakarta. Acara ini mengangkat tema "Kembali ke Fitrah: Masjid sebagai Pusat Ekonomi Ummat."

Acara di hadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan jajaran pengurus pusat DMI. Turut hadir pengusaha nasional chairul Tanjung, yang menyampaikan tausiah mengenai ekonomi keumatan. Acara di media ikan oleh grup musik sabyan gambus.

Wapres Jusuf Kalla yang juga di ketuai DMI, dalam berbagai kesempatan selalu mengungkapkan perekonomian sebagai salah satu penting yang kini masih di hadapi umat islam di Indonesia. Penduduk muslim Indonesia adalah yang terbesar di dunia,tapi jumlah pengusaha masih sangat sedikit.

Dia mencontohkan, dari 100 orang kaya di indonesia,hanya 10 orang berasal dari umat muslim, Oleh karena itu, di butuhkan upaya bersama berbagai pihak untuk menguatkan ekonomi melalui mesjid. Dalam hal ini, mesjid tak sekedar berfungsi tempat ibadah, melainkan mencangkup berbagai masalah umat islam termasuk meningkatkan kesejahteraan umat.

Wapres JK juga menekankan masjid sebagai medium dakwah yang mampu memotivasi umat islam untuk giat berusaha, seperti berdagang. Sebagaimana di lakukan Rasulullah Mohammad SAW .sebagai uswatun hasanah bagi umat islam.

Pak JK menggambarkan kebangkitan ekonomi umat itu seperti viralnya kebangkitan lagu gambus yang di nyanyikan Sabyan Gambus. Saat ini, lagu ya habibal qalbi pada kanal yuyun Sabyan telah di tonton lebih dari 185 juta kali.

Acara halalbihalal ini juga diselingi dengan pengukuhan pengurus ikatan khatib Dewan masjid Indonesia dan pengurus Indonesian Islamic Youth Ekonomi Forum (ISYEF).

ISYEF merupakan organisasi yang menaungi lebih dari 106 komunitas pemuda masjid. ISYEF kini tengah menyiapkan beberapa rencana usaha untuk membangkitkan ekonomi umat melalui mesjid.

M. Arief Rosyid, ketua departemen pemuda DMI mengungkapkan, saat ini kegairahan pemuda untuk mendalami agama semakin meningkat. Karena itu, semangat itu perlu di mamfaatkan pengelola mesjid dengan program dan kegiatan yang produktif.

Arief menekankan, ISYEF akan fokus pada mengembangkan dakwah ekonomi mesjid dan membangun satu komunitas satu usaha di setiap mesjid. Hal ini dalam menerjemahkan Visi DMI, yaitu memakmurkan dan di makmurkan mesjid.

Dia mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera meluncurkan lini bisnis ISYEF coffe, ISYEF Mart dan sohib, yaitu sebuah aplikasi pembayaran melalui pengurus mesjid. Semua inovasi ini menurutnya, murni di gerakkan oleh kalangan pemuda dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan umat melalui mesjid.