PEMILU SISTEM NOKEN

Jakarta 13 Juli 2018, Pemilu Sistem Noken di Papau sama artinya menempatkan MANUSIA PAPUA sama seperti BENDA MATI

Karenya Pemilu Sistem Noken yang berlaku di Papua perlu ditinjau ulang karena menganggap manusia Papua di Gunung tak lebih sama seperti benda mati. Orang Papua di Pegunungan dianggap tak lebih, malah sama seperti rumput, batu, pohon, dan hewan.

Karena dianggap bukan manusia maka diwakilkan para politisi tak bertanggungjawab. Jika orang-orang ini (politisi buruk) bersepakat (Bupati, Camat, Kelapa Kampung + penyelenggara Pemilu: KPU, Panwas, PPD, dan seterusnya) apalagi menjadi Timses salah satu Paslon, terbukti proses pungutan suara sistem noken bukan saja "sangat merusak tatanan demokrasi" tapi menganggap Orang Gunung dianggap bukan lagi manusia tapi hampir sama dengan benda mati seperti batu, pohon, rumput, dan hewan karena tidak memberikan peluang Demokrasi kepada masyarakat untuk mengambil bagian dalam pesta demokrasi itu sendiri namun justru mematikan nilai-nilai Demokrasi itu didalam hati sanumbari setiap insan.
Padahal Asas Pemilu sudah dengan ngamblang dan dengan jelas menjelaskan makna Demokrasi itu sendiri dalam UU pemilu atau UU PKPU seperti  : Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Umum, Jujur, Adil.

Oleh sebeb itu kami generasi Papua sepakat dan  rekomendasi kepada pemerintah agar putusan MK yang mengesahkan sistem Noken harus dicabut dan ditiadakan sumber Johnny Wonda.