Bea Cukai Undang 500 Pelaku Usaha Bahas Strategi Peningkatan Ekspor Nasional

Jakarta 7 Agustus 2018 --Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meminta,agar pemerintah bejerjasama dengan pelaku usaha menghadapi gejolak ekonomi global. Salah satunya meningkatkan investasi dan ekspor untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi.

Sebagai langkah nyata mewujudkan arahan Presiden, hari ini kementrian Keuangan (kemenkeu) melalui Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBJ) menyelenggarakan  Gathering Eksportir Indonesia dengan mengundang lebih dari 500 pelaku usaha berorientasi ekspor. Acara di selenggarakan di kantor pusat DJBC ini bertema fiskal untuk peningkatan ekspor nasional, bertujuan untuk mendiskusikan masalah, kendala, dan tantangan yang di hadapi pelaku usaha dalam kegiatan ekspor, serta mendorong industri berontasi ekspor agar dapat memampatkan fasilitas DJBC.

Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengeluarkan kebijakan kongkrit yang dapat membantu menggairahkan ekspor Indonesia berupa kebijakan fiskal dengan meniadakan pungutan perpajakan pada Industri pengelolaan  barang bertujuan ekspor, dengan di hilankan pungutan perpajakan diharapkan menimbulkan multiplier effect berupa peningkatan unvestasi, peningkatan ekspor, dan terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat yang bermuara pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Berbagai skema kemudahan  fisikal yang telah di berikan di antaranya kawasan berikat dan Kemudahan Impor tujuan Ekspor (KITE) bagi perusahaan industri,serta pusat Logistik Berikat untuk supply bahan baku kepada perusahaan industri, dalam rangka memperat laju pertumbuhan perdagangan luar negri Indonesia dan meningkatkan daya saing pelaku bisnis untuk mendorong program ekspor nasional,memenuhi bersinergi dengan Lembaga pembiyaan ekspor Indonesia (LPEI) memberikan pembiayaan ekspor nasional dan jasa konsultasi yang berkualitas sebagai solusi ekspor Indonesia.