AMTI Meminta Kejagung, Tidak Pandang Bulu, Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Dana Hibah.

Beritash - Manado, 6/10/2018.

Ketua Umum Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI), Tommy Turangan SH. , meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengusut tuntas kasus dugaan penyimpangan Dana Hibah yang diperuntukan untuk warga Kota Manado, yang terkena dampak banjir bandang, yang menerjang Kota Manado, pada Januari 2014 lalu.

"Siapa saja yang diduga terlibat dalam kasus tersebut harus dipanggil dan diperiksa, agar penyelesaian kasus ini segera terungkap, siapa sebenarnya aktor dibalik kasus tersebut," pintanya agar Kejagung dalam mengusut kasus ini, tidak pandang bulu

Kasus ini menjadi hangat di masyarakat Sulawesi Utara belakangan ini, saat Walikota Manado sempat dipanggil oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia untuk dimintai keterangannya sebagai saksi, dan pada Selasa 2 Oktober lalu, Walikota Manado GSVL memenuhi panggilang Kejagung tersebut.

Baru-baru ini, Kaban BPBD Pemkot Manado, juga sempat menyebut nama Roy Roring, yang pernah menjadi Pelaksana tugas (Plt.) Walikota Manado, dalam dugaan kasus tersebut.

“Terkait penyebutan nama Bupati Minahasa (ROR), itu tidak masuk akal, karena sepengetahuan saya ROR masuk sebagai Plt Walikota Manado pada 8 Desember 2015, dan keluar 9 Mei 2016, dan dana tersebut masuk ke rekening Pemerintah Kota (Pemkot) Manado,” lanjutnya.

“Kasus ini harus diungkap secara transparan, jangan ada yang ditutup-tutupi, harus diungkap ke publik siapa yang menjadi aktor utama dalam penyimpangan dana tersebut, jangan ada didusta sesama penegak hukum, hukum harus ditegakan, karena hukum merupakan panglima di Republik ini, jangan ada konspirasi yang membuat pelemahan penegakan hukum dinegara kita, atau dijadikan alat politik untuk kepentingan kelompok tertentu, sehingga membuat kasus ini terhenti tanpa ada kejelasan atau titik terang,” tegas Tommy, aktivis yang dikenal vokal ini.

“Bola panas sudah digulirkan, dalam kasus ini, siapakah yang akan terkena bola tersebut, kita tunggu saja langkah kejagung,” imbuh Tommy.

Kejagung, masih kata Tommy, jangan terkecoh dengan keterangan saksi yang diberikan, seperti halnya yang disampaikan oleh Kaban BPBD Pemkot Manado, dan Walikota Manado, yang baru dimintai keterangannya Selasa lalu (2/10), karena Kejagung harus cari pembuktian Materilnya, bukan pembuktian formil.

"Penyimpangan dana sebesar itu untuk kemanusiaan harus dipertanggung-jawabkan dengan baik, jangan ada yang disembunyikan," pungkasnya.

“Kejagung harus berani ungkap siapa penggunanya, dan harus berani bertanggung-jawab, tidak ada manusia yang kebal hukum di negeri ini, hukum harus ditegakan, dengan tidak pandang bulu, hukum adalah panglima, itu sudah,,” imbuh Tommy Turangan SH, Alumnus Unsrat Manado ini.