IMERC dan SKSG UI Gelar Dialog Kepemudaan Cyber Crime

Jakarta, beritash.com- Perkembangan teknologi digital membuat generasi muda millenial aktif dengan media sosial,  apalagi informasi yang sedang trending di publik, namun derasnya arus informasi, seringkali tidak diiringi kemampuan pengguna media sosial dalam mencerna dan mengelola informasi.

Ironisnya, fenomena ini justru banyak dialami generasi muda dan bahkan elit yang bahkan telah matang dari sisi ilmu pengetahuannya, tak heran jika kemudian terkecoh dengan informasi palsu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya (hoax).

Bahkan, informasi yang akurat pun justru menjadi bias dihadapan para intelektual, satu kasus misalkan, aktifis perempuan Ratna Sarumpaet yang semakin hangat dibicarakan publik sejak pekan hingga hari ini karena bertepatan dengan semakin dekatnya Pilpres dan Pileg 2019.

Pertarungan politik yang memanas seringkali menjurus pada tindakan pelanggaran hukum di ranah Cyber Crime. Rabu, 10 Oktober 2018, dalam rangka ikut andil mengedukasi publik tentang fenomena hoax yang hari hari ini mengemuka, IMERC-Sekolah Kajian Stratejik dan Global UI berkerjasama dengan Direktorat Cyber Polri dan Pusat Kajian Keamanan dan Strategi Global-UMJ mengadakan seminar kepemudaan, dengan tema “Dialog Kepemudaan Cyber Crime: Peran Generasi Millenial dalam rangka Menangkal Hoax untuk Menciptakan Pemilu Damai” bertempat di Gedung IASTH, Lantai 3 kampus UI Salemba.

Acara tersebut dihadiri langsung perwakilan Direktorat Cyber Crime Polri: Kombes. Pol. Kurniadi, SH., SIK., M.Si. selain itu dari kalangan dosen akadmisi UI: Drs, Nur Munir, MTS, MAJS (Ketua IMERC), Dr. Puspitasari, M.Si (Dosen SKSG), dan Heri Sucipto, Lc., MM. (PKKSG-UMJ).

Dialog Kepemudaan ini bertujuan memberi kesadaran politik terhadap generasi millennial, memberi pemahaman kepada mereka tentang metode menanggulagi cyber crime, sekaligus cara menganalisis konten media dan informasi.

Pemuda diharapkan memiliki peran penting dalam membangun bangsa dengan menciptakan ide besar, pemuda sepatutnya selalu tanggap dengan segala peristiwa di masyarakat. Saat ini adalah era dimana pemuda harus hadir memberikan pencerahan dan penyegaran pada publik, dengan konten-konten positif yang mencerdaskan dan menciptakan daya saing produktif serta ekonomis di tengah surplus digitalisasi teknologi. [nur munir]