Seminar "Solidarity week for palestina" di Sekolah kajian stratejik dan global, universitas indonesia

Jakarta, beritash.com- Solidarity Week With Palestine, Public Lecture by Dr. Riad Malki, bertempat di kampus UI Salemba, Senin, 15 Oktober 2018, Sekolah Kajian Strategik dan Global Universitas Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia menyelenggarakan Public Lecture Menteri Luar Negeri Palestina Dr. Riad Malki.

Dalam kesempatan ini Menteri Luar Negeri Palestina disambut oleh Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Dr. Muhammad Luthfi Zuhdi,  dan Direktur Timur Tengah dari Kementerian Luar Negeri, Sunarko. Pada kesempatan acara ini, hadir 200 orang perwakilan mahasiswa dan akademisi dari seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta di Jakarta.

Public Lecture merupakan rangkaian acara Solidarity Week for Palestine yang diselenggarakan di Bandung dan Jakarta, sebelumnya pada tahun lalu SKSG juga menggelar konferensi terkait Perdamaian di Palestina, tepatnya 2 November 2017. Dr. Muhammad Lutfi Zuhdi selaku Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia menyatakan dukungan bagi berdirinya negara Palestina dengan kedaulatan dan kemerdekaan yang penuh.

Materi yang dipaparkan oleh Dr Riad Malki adalah sejarah Panjang palestina sejak peristiwa Nakba penduduk Palestina terusir dari tanah mereka, hal ini berlanjut saat perang Arab-Israel di tahun 1967.

Beliau juga mengingatkan kembali saat dunia Internasional meninggalkan Palestina saat 1993, ketika ingin mendeklarasikan kemerdekaan. Beliau juga menekankan 6 masalah yang belum ditemukan jalan keluar; Yerussalem, Perbatasan, Pemukiman, Pengungsi, Keamanan, dan Kesulitan air. Keenam masalah ini menjadi hal vital, karena ketika rakyat Palestina disibukkan dengan pemenuhan kebutuhan hidup, Israel dengan semena-mena terus melakukan pembangunan pemukiman ilegal kearah timur dari kota Yerussalem, bahkan mengakui secara sepihak Yerussalem sebagai Ibu kota Israel.

“From Political conflict to religion conflict (Muslim vs Jews)”, demikian pernyataan dari Dr Riad Malki. Peryataan ini bukan bertujuan untuk memicu pertikaian agama, namun justru ingin menyadarkan semua pihak bahwa, Israel juga yang membawa masalah ini menjadi masalah Agama.

Hal yang membuat Palestina semakin susah mendapatkan kemerdekaan karena Donald Trump yang berorientasi bisnis tidak memahami politik sama-sekali, untuk itu Palestina berharap kepada Indonesia yang menjadi Dewan Keamanan (DK) tidak tetap PBB, untuk selalu mendukung Kemerdekaan penuh bagi Palestina. Dr. Riad Malki juga menekankan, kunjungannya ke Indonesia semata untuk mendapatkan dukungan internasional, terutama Indonesia sebagai negara mayoritas muslim di dunia.

Pesan terakhir dari Dr Riad Malki kepada seluruh peserta dan seluruh rakyat Indonesia, “So, keep working with Palestine, show your solidarity to Palestinian people”.
Solidarity Week for Palestine ingin menyampaikan pesan bahwa komitmen Indonesia dalam membela kemerdekaan Palestina tidak pernah berubah serta perasaan persahabatan antara masyarakat Indonesia dan masyarakat Palestina tidak pernah surut. Posisi Indonesia terkait dukungan terhadap Indonesia telah jelas rujukannya dalam konstitusi Undang-Undang Dasar 1945, dimana penjajahan diatas muka bumi harus dihapuskan, karena mengabaikan nilai kemanusiaan dan nilai keadilan.

SKSG melalui Kajian Timur Tengah dan Islam (KTTI) dan 8 Program Studi lainnya, memiliki berbagai aktifitas rutin berupa penelitian, seminar, konferensi, publikasi, dan kegiatan akademik lain yang mengarah kepada dukungan untuk perjuangan meraih kemerdekaan Palestina. Sejak tahun 2003 hingga saat ini, sejumlah Mahasiswa, Dosen dan Guru Besar secara nyata mendedikasikan penelitian berupa tesis dan disertasi sebanyak 25 topik, yang berkenaan dengan isu Palestina. Tentunya ke depan, seiring dinamika politik Timur Tengah, angka ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Selanjutnya, pada masa mendatang, SKSG sebagai institusi pendidikan dengan lembaga riset yang berada dibawahnya, siap memberikan kontribusi nyata bagi kemerdekaan Palestina.(Syaiful Santros)