Terkait Kejelasan Pemberitaan Penghargaan PBB untuk IPDA. ROHMAT TRI MARWOTO, SH

Jakarta 19 Oktober 2018---Terkait pemberitaan simpang siur tentang pemberian  penghargaan dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) untuk anggota Brimob Polri atas nama Ipda. Rochmat Tri Marwoto,SH yang bersamaan dengan acara peresmian Mushala Ar Razi dan Asrama Yatim Ginaris di Madiun, Senin 15 Oktober 2018, maka kami dari Bins (Bhayangkara Indonesia News) memberikan klarifikasi dan penjelasan sebagai berikut:

Ipda. Rochmad Tri Marwoto, SH adalah benar-benar anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dari Kesatuan Brimob Polda Jawa Timur yang insfiratif dan humanis dengan aktifitas sosialnya menampung, merawat dan mendidik anak-anak yatim di sekitar tempat tinggalnya.

Acara utama hari senin, 15 Oktober 2018 di kediaman Ipda.Rochmat, Desa Klagenserut, Jiwan,Madiun adalah peresmian Mushala Ar Razi dan Asrama Yatim Ginaris yang di kelola oleh Ipda. Rochmat. Diresmikan oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen. Pol. Drs. Lulu Hermawan, M.si di dampingi ketua Bhayangkari, Nyonya Atik Luki Hermawan.

Kehadiran Bapak Lodewyk pasulatan dan pemberian plakat berlogo United Nations yang menimbulkan polemik di media adalah atas inisiatif Bins dan tanggung Bins sepenuhnya, dengan kronologis sebagai berikut:

  Bins adalah salah satu media yang concern mengangkat berita aktifitas Ipda. Rochmad dan mendapinginya dalam beberapa wawancara di stasiun televisi nasional, Jakarta.
   Melihat dan memperhatikan aktifitas Ipda. Rochmat yang peduli dengan anak-anak, Bins berinisiatif mengontak PBB agar ada perhatian dan support, karna selama ini Ipda. Rochmat mengeluarkan dana sendiri untuk mengurus puluhan anak yatim.
    Awalnya kami menghubungi bapak  Lodewyk pasulatan yang bekerja di UNIC( United Nations Informations center), lembaga PBB yang menurut Bins sebagai penghubung dengan dunia International.
   Oleh Bapak Lifestyle, Bond diarahkan untuk kirim surat ke unicef (United Nations Children's fund), badan dunia PBB yang mengurus anak-anak.
   Bins mengirim surat resmi kepada UNICEF yang ada di jakarta, untuk hadir melihat dan memberi support pada kegiatan Ipda. Rochmad, di kediamanya.
Perlu di catat: untuk hadir, bukan pemberi penghargaan.
   Secara lisan dalam pertemuan dengan Bins, pihak Unicef siap mengirimkan dua orang perwakilan untuk mengunjungi kediaman IPDA.Rachmat. bersamaan dengan cara peresmian Mushalla dan Asrama Yatim Ginaris, senin 15 Oktober 2018.
   Kompirmasi kehadiran utusan UNICEF pada acara peresmian Mushalla dan asrama Yatim, Bins sampaikan ke Ipda. Rochmad dan kasad  Brimob kemudian di teruskan ke Kapolda Jatim.
   Hari Jum,at tanggal 12 Oktober, Unicef mengirim surat kepada BINs, memberitahukan bahwa mereka meminta maaf karna situasi darurat di Palu, gempa dan tsunami, mereka tidak bisa mengirimkan orang untuk menghadiri acara tersebut (presmian mushalla dan asrama yatim di madiun).
   BINs memang sempat kecewa dan panik untuk pembatalan tersebut,karna sudah ada persiapan  penyambutan dari panitia di madiun ( Sat Brimob dan Polda Jatim).
  BINs berkonsultasi kembali dengan bapak Lodewyk untuk mencari solusi. Akhirnya untuk menjaga nama baik BINs,PBB dan Polri, beliau bersedia hadir atas nama pribadi untuk mengobati kekecewaan.
     BINs beriniasiatif membuat plakat ucapan selamat (bukan penghargaan/award) dengan logo dan tulisan UNIC tempat pak Lodewyk bekerja, untuk di serahkan kepada Ipda.Rachmat.
   Memang benar, kehadiran Lodeywik  pasulatan keacara tersebut adalah dalam kapasitas pribadi sebagai salah pegawai di UNIC, bukan atas nama UNIC atau PBB. Biaya perjalanan Lodewyk dari BINs , bukan dari kantor UNIC.
Jadi, penempatan logo PBB pada plakat ucapan selamat adalah murni iniasiatif BINs dengan segala resikonya adalah tanggung jawab BINs.

Atas ketidaknyamanan dan polemik yang terjadi di media massa, BINs meminta maaf kepada semua pihak yang telah di buat repot, yaitu UNIC perwakilan Indonesia, UNICEF, PBB, POLDA, Jawa Timur, sat brimob ,dan keluarga besar Ipda Rochmad.
Bins akan mengirim surat permintaan maaf resmi kepada semua pihak yang telah di repotkan dan di buat tidak nyaman.
Terkait keberadaan Lodewyk pasulatan sebagai pegawai UNIC yang sudah berhenti sebagai dalam rilis resmi UNIC adalah masalah internal antara Lodewyk dan UNIC.
Kepada semua pihak, BIns berharap semua polemik yang terjadi, tidak memelintir berita dan statement apapun.

Demikian preskom ini kami buat, agar ada kejelasan berita simpang siur terkait penghargaan PBB untuk Ipda. Rochmad Tri Marwoto, SH.