Narapidana Lapas Gunung Sugih menjadi Pahlawan Kesehatan di Lampung Tengah

Narapidana Lapas Gunung Sugih menjadi Pahlawan Kesehatan di Lampung Tengah

Gunung Sugih, INFO_PAS. Hari Pahlawan mempunyai makna tersendiri bagi Narapidana yang sedang menjalani Pidana di Lapas Gunung Sugih. Pada awal tahun 2018 , Lapas Gunung Sugih telah bekerjasama dengan PUSKESMAS Gunung Sugih untuk memproduksi Closet yang dibagikan gratis ke masyarakat Lampung Tengah dan penyerahan hasil karya secara rutin sudah diserahkan kepada Bupati Beberapa waktu lalu. Namu beda pada hari istimewa mengenang jasa pahlawan, Napi Lapas Gunung Sugih telah menjadi instruktur pembiatan closet dengan peserta latihan adalah Anggota Pramuka Shaka Bhakti Husada Gunung Sugih.

Kereen bukan?? Napi jadi Instruktur.

Demikian disampaikan Kepala Lapas Gunung Sugih, saat menyaksikan  piawai para warga binaan mengajarkan peserta di Pondok Asimilasi Narapidana unit Pembuatan Closet dalam lapas. Sabtu, 10/11.

Syarpani berharap kegiatan ini menjadi rutinitas dan bermanfaat untuk memberantas Stunting di Lampung Tengah.

" Iya benar, Narapidana kami hari ini menjadi instruktur pembuatan closet bagi  Anggota Pramuka Shaka Bhakti Husada Gunung Sugih, nantinya Pramuka ini akan menjadi instruktur bagi masyarakat di luar lapas sehingga produksi closet tidak mengandalkan hasil dari dalam lapas", ujar Pria yang pernah mengikuti program STBM Dinas Kesehatan Propinsi Lampung ini beberapa waktu lalu.

Sementara itu, pimpinan rombongan peserta,  yang menjabat sebagai Kepala PUSKESMAS Gunung Sugih, Yulianti Nilawati mengucapkan terimkasih atas kepedulian lapas terhadap pemberantasan stunting di masyarakat.

" Weekend gini kami tetap semangat kegiatan luar gedung. Yoook intip2 kegiatan kami, Kali ini kegiatan Perticab SBH Puskesmas Gunsu belajar dalam pembuatan bowel di Lapas Gunung Sugih.Rugi kalo kesempatan belajar enggak kita kepoin, mereka yg terkekang kebebasan nya aja masih mau jadi pahlawan kesehatan yang ber bhakti untuk negeri. Terimkasih lapas", tutup Yuli.

PD(45 th), Narapidana yang sudah dua kali masuk terali besi ini merasa bersyukur bisa membagi ilmuyang diperolehnya selama menjalani pidana kepada masyarakat.
" Saya pada awalnya menjadi peserta juga, tapi hari ini sudah menjadi instruktur. Terimkasih Pak Kalapas telah membina kami dengan baik, semoga ilmu ini bisa bermanfaat dan setelah bebas, dinas kesehatan bisa mempekerjakan kami. Memaknai hari pahlawan, kami sudah bisa menjadi pahlawan kesehatan bagi masyarakat", tutupnya.

Kontribitor: Suryanto