Mengapa Jokowi Lebih Unggul Dari Prabowo Di Jatim, Ini Alasannya

Jakarta - Hasil Quick Count Pilpres 2019 yang dirililis oleh Litbang Kompas pada hari Rabu 17 April 2019 hingga pukul 21.15 Wib menunjukkan, pasangan calon presiden - calon wakil presiden 01 Joko Widodo - KH. Ma'ruf Amin meraih 64,65 persen suara, dan pasangan calon presiden - calon wakil presiden 02 Prabowo - Sandi 35,35 persen di Jawa Timur.

Menanggapi hal itu, sejumlah pengamat politik menjelaskan, bahwa keberhasilan pasangan calon nomor urut 01 Jokowi - Kh. Ma'ruf Amin tak lepas dari peran elit Nahdlatul Ulama (NU) seperti Yenny Wahid, putri almarhum KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dll.

Sosok muda yang sangat disegani seperti  Yenny Wahid atau yang akrab disapa dengan Mba Yenny mampu mengkonsolidasi kaum Nahdliyyin mulai dari Kiyai pengasuh pesantren, tokoh-tokoh lokal, Kiyai Kampung dan loyalis Yenyy Wahid yg dikenal sebagai Gusdurian. Faktor penting inilah yg membawa suara paslon 01 mencapai 65 persen di Jawa Timur.

Jauh sebelum Pilpres berlangsung, Yenny Wahid sangat inten mengunjungi pesantren-pesantran, para Kiyai Kampung dan jaringan Gusdurian untuk mengajak memenangkan Jokowi - KH. Ma'ruf Amin

Dalam kunjungannya, Yenny selalu menegaskan bahwa kemenangan Jokowi - KH. Ma'ruf Amin adalah kemenangan kaum Nahdliyyin yang artinya kemenangan bangsa Indonesia.

"Kalau NU ingin menang, ya kita menangkan Pak Jokowi - KH. Ma'ruf Amin.". Tegas Yenny.