Berdasarkan hasil RAKERNAS Dewan Pengurus Pusat Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan
Kursus Indonesia 2019, tanggal 27 s.d. 29 Agustus 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, dengan ini
kami menghasilkan rekomendasi kepada DPP HIPKI, Mintra Kerja, dan kepada pemerintah
Kementerian terkait sebagai berikut
1. Pemerintah mendukung anggaran peningkatan Pendidikan Nasional mencapai 20% namun
Indonesia masih berada diurutan S0 ke atas, kalah oleh Singapur 21, Malaysia 23, dan
Amerika 25, untuk itu DPP HIPKI ikut sreta untuk mengawal program pemerintah dalam
peningkatan SDM Indonesia maju di bidang kursus, pelatihan, vokasi dan kartu prakerja
Indonesia.
. Pemerintah Indonesia telah banyak mengeluarkan anggaran untuk penyaluran aan
penempatan tenaga kerja diberbagai bidang, namun masih banyak pengangguran, PHK,
putus sekolah (drop out), dan tingkat kemiskinan yang masih cenderung akan terus
meningkat, adalah menjadi sebuah PR besar kita bersama.
Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia siap tampil di tengah-tengah
masyarakat untuk melatih dan bekerjasama dengan mitra kerja baik swasta maupun
pemerintah.
3. Pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan program PKH, Kartu Indonesia Sehat, dan
program-program lainnya yang bertujuan mensejahterakan rakyat, namun di lapangan yang
terjadi masih banyak anak kekurangan gizi, stanting, dan keluarga yang belum sejahtera,
sehingga dampak kecemburuan sosial meningkat.
Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia siap berjuang dan tampil di
tengah-tengah masyarakat untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat agar bisa hidup
sehat dan membuka usaha mandiri.
4. Pemerintah Indonesia sudah menggelontorkan ratusan triliun untuk dana desa dalam
rangka meningkatkan kesejahteraan ekonomi desa, namun di lapangan masih banyakk
ribuan oknum perangkat desa berurusan dengan hukum karena ketidaksiapan SDM dan
pelaksanaan penyaluran anggaran.
Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia siap berada di tengah-tengah
desa untuk melatih para aparatur desa.
5. Pemerintah Indonesia sudah mengingatkan, mengadvokasi, dan melaksanakan undang-
undang pelestarian lingkungan, namun di lapangan masih banyak terjadi kebakaran hutan,
pembuangan limbah yang mengakibatkan kerugian masyarakat dan pencemaran sungai
dan laut di beberapa tempat, yang membuat kita harus berjuang keras untuk menjawab
kenyataan di lapangan, contoh kecil garam, daging, dan tusuk gigi yang masih import
sementara bahan baku untuk tusuk gigi dibakar
Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia siap tampil di tengah-tengah
masyarakat dan bermitra dengan para pengusaha untuk melatih masyarakat dalam rangka
peningkatan budidaya pertanian, pelestarian lingkungan, dan ketahanan pangan.

6 Pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan anggaran untuk para ultra mikro kecil dan
menengah dalam rangka peningkatan para pengusaha kecil naik kelas, namun dari iumlah
total UKM yang mencapai 60 juta hanya mampu menyumbangkepada negara 15% kalah
dengan Singapur dan Malaysia yang jumlahnya 3 juta menyumbang 30% anggaran kepada
pemerintah.
Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia siap tampil dengan beberapa
kementerian terkait, BUMN, dan para pengusaha untuk melatih agar mendapatkan
sertifikasi profesi sehingga UKM dan tenaga kerja kita layak dan standar dengan keahlian
yang berstandar Nasional maupun Internasional.
7. Himpunan Penyelenggara Pelatıhan dan Kursus Indonesia siap bekerjasama dengan
berbagai stikholder agar program pemerintah bisa dikawal dengan baik sesuai dengan cita-
cita kita bersama mewujudkan SDM unggul, Indonesia Maju di bumi Pancasila.

Demikian rekomendasi DPP HIPKI hasil rakernas tanggal 29 Agustus 2019.

Tertanda

1. Drs. H Asep Syaripudin, M.Si.,
Ketua Umum

2 H. Hereyansah, S.P
Sekretaris

3. Drs. Wawang Suwarno, M.Si.
Pimpinan Sidang Pleno