Kongkow Kebangsaan Bersama LKPM Rumah Kebangsaan

Jakarta, beritash.com- Puluhan Pemuda yang tergabung dalam Lembaga Kajian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LKPM) ‘Rumah Kebangsaan’ menggelar kegiatan Kongkow Kebangsaan bertajuk ‘Urgensi Legalitas Ormas untuk Keutuhan NKRI’ di Upnormal Raden Saleh, Jakarta Pusat, Kamis (22/8).

Kegiatan ini merupakan respon atas maraknya ormas yang ada di masyarakat yang tidak senafas dengan pancasila dan meresahkan masyarakat.

Ada tiga pembicara pada diskusi tersebut antara lain, Dosen Universitas Negeri (UNJ) Jakarta Dianta Sebayang, Wakil Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdaltul Ulama (PBNU), Daniel Zuchron, dan Redaktur NU Online, Ahmad Rozali.

Pengamat politik yang juga Dosen di UNJ, Dianta Sebayang, menuturkan jika yang dibicarakan penting atau tidak legalitas Ormas di Indonesia, tentu penting. Dengan begitu maka Ormas tersebut secara hukum diakui eksistensinya oleh negara.

“Sehingga ormas tersebut dapat menjaga keutuhan NKRI. Bagaiman ormas itu dan kita sebagai bangsa harus sesuai dengan Pancasila, kita ini negara hukum bukan negara agama, Satu-satunya negara yang mengakui adanya Tuhan adalah Indonesia karena berdasarkan pancasila., pada sila pertama ketuhan yang maha esa, itu maksudnya kita diindikasikan bahwa warga negara dapat mnjalanjakan keyakinan masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Lakpesdam PBNU, Daniel Zuchron menjelaskan, perbedaan pandangan antar Ormas tentu diperbolehkan. Namun, pemerintah harus bersikap ketika ada Ormas yang mengancam perpecahan dan kerukunan sesama anak bangsa.

"Urgensi legalitas ormas untuk keutuhan nkri secara teknik sudah selesai. Dalam dinamika kebangsaan, dan secara hukum Ormas di Indonesia tidak akan bisa merubah sistem pemerintahan di Indonesia." Ungkapnya

Sedangkan menurut Ahmad Rozali, redaktur NU Online menegaskan "Melihat dari tema seberapa penting kelegaliitasan ormas maka saya mengatakan penting jika mempunyai tujuan terselubung yaitu memecah belah bangsa dan melakukan tindakan yang meresahkan masyarakat"

Kegiatan ini ditutup dengan foto bersama dan pemberian piagam penghargaan kepada narasumber.