Wawancara Mantan Bupati Marauke Periode 2011- 2015 Bapak Romanus Sumbrata di Jakarta


Beritash.com-Jakarta 26 Agustus 2019-Mantan bupati marauke masa jabatan 2011-2015  kemarin Romanus Sumbrata salah satu tokoh masyarakat dari marauke sekalian mantan bupati marauke periode 2011-2015 ingin menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan polimik yang terjadi di surabaya yang berakibatkan sampai ke tanah papua.

Sesungguhnya secara pribadi dan saya pikir siapapun manusia pasti tidak akan menerima hal tersebut,walaupun itu terjadi secara spontan atau terjadi pada siapa saja tetapi yanvg harus kita lihat baik bahwa hal ini tidak bisa kita jadikan suatu persoalan yang akhirnya dapat mengakibatkan fatal.

Himbauan saya mari kita jaga sama-sama khususnya di papua apalagi negara kesatuan dimana kita sudah jalin kesatuan sejak turun temurun kita menjadi satu negara dalam wadah kesatuan RI yang kita cintai.Dan paling berharga adalah komunikasi antar lintas etnis yang mendiami tanah papua dan kita sudah hidup saling berdampingan dan turun temurun seperti itu.

Kita tahu di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna kita semua adalah sama dan kita mempunyai kekurangan di sana sini,tetapi kalau boleh ke depan ini menjadi refleksi untuk kita semua bahwa hal-hal yang menyangkut pribadi atau secara manusiawi ini jangan sampai terulang lagi.Jadi  ini adalah opinik publik yang bisa mengakibatkan berujung kepada pusatnya persatuan yang sudah kita jalin bersama-sama.

Mari kita jaga masing-masing hubungan antara warga dan saudara dimanapun kita berada baik anak-anak papua yang ada di kota- kota mereka lagi studi atau anak-anak papua yang menetap di suatua kota di manapun menuntut ilmu di indonesia adalah kita bersaudara terutama di kota-kota di papua.

Manusia semua sama di mata tuhan,tuhan menciptakan kita semua sama seperti misalnya tuhan tidak menciptakan kita lahir dari agama yang berbeda-beda.Tuhan itu ada untuk ummat manusia dan tuhan menciptakan manusia itu adalah manusia dan tuhan ciptakan hewan dan tumbuh-tumbuhan.

Sehingga kita tidak bisa menyebut manusia itu hewan karena mereka juga manusia punya perasaan  dan ini harus kita maklumi bersama-sama ketika tuhan mengatakan anjing maka tuhan menciptakan anjing dan kamu manusia diciptakan lah manusia.Semua  agama mengajarkan cinta kasih sesama manusia,baik hewan adalah ciptaan tuhan.