SPT PBB berlaku untuk warga yang menempati lahan, Girik pengganti hanya dapat diajukan ahli waris


Beritash.com-Lanjutan sidang kasus Lubang Buaya – Saksi 3 : SPT PBB berlaku untuk warga yang menempati lahan, Girik pengganti hanya dapat diajukan ahli waris

Saksi 3 yaitu Pak RT Daryono yang merupakan ketua RT 013/09 Lubang Buaya, mengaku pernah menghadiri acara sosialisai pertanahan dri pemprov dan kecamatan. Ada dua sosialisasi yang ia hadiri yaitu sosialisasi perpajakan nol persen untuk NJOP dibawah 1 milyar yang mana juga program pak Jokowi dan sosialisasi PTSL.

Pada saat sosialisasi tanah pak RT melakukan kepada pemateri dari perpajakan Cipayung. “Saya ingin bertanya terkait PBB bertumpuk, dalam satu objek tanah terdapat dua SPTPBB, yang mana yang berlaku?” tanya Pak RT. Pemateri sosialisasi perpajakan tersebut menimpali “berikan SPTPBB kepada pihak yang menempati objek tersebut. Sedangkan yang tidak menempati nanti bisa diurus untuk dihapuskan agar tidak bertumpuk”. “jika SPTPBB ada dua, yang mana yang paling kuat pak RT?” Tanya pengacara. 

Pak RT menjawab “menurut pemateri perpajakan tersebut yang pertama adalah berikan SPTPBB kepada pihak yang menempati lahan. Yang kedua, lihat siapa terlebih dahulu yang terbit pada SPTPBB tersebut”. “Warga punya SPTPBB tahun berapa pak? dan bapak kenal Herman Triatmo? Tahun berapa punya Herman terbit? Bapak tahu?” tanya pengacara. “Sejak penyuluhan itu,"saya akhirnya cek ke kantor perpajakan, disitu tertera SPTPBB warga terbit sejak tahun 2001 sedangkan Herman terbit tahun 2003. 

Saya juga tidak kenal Herman, bahkan sejak SPTPBB nya Herman sampai ke saya, pernah ada Pengacara Herman yang memintakan PBB tersebut. Saya sampaikan ke mereka suruh Herman langsung ambil ke saya. Saya belum tahu orangnya yang mana”

“terkait Sosialisasi kedua, apakah bapak juga menanyakan tentang penerbitan girik pengganti?” tanya pengacara. Pak RT menyampaikan bahwa beliau menanyakan kepada pemateri sosialisasi PTSL “apakah mungkin seorang yang tidak memiliki garis ahli waris dapat memohonkan girik pengganti?. Jawaban dari pemateri tim dari BPN adalah tegas tidak bisa, harus dari ahli waris”

Terkait tanah sengketa Pak Narto, Pak RT menyampaikan juga ada kesalahan pada denah yang selama ini digugatkan. Karena tanah fotocopy adalah bukan dari bagian tanah Tajudin yang mana tanah Tajudin adalah tanah yang dibeli pak Narto. “bukan, tanah fotocopy adalah tanah dari RT 04, bukan bagian dari tanah RT013 atau tanah yang disengketakan. Tanah itu adalah tanah makam yang di berikan ke RT013 untuk dibantu pemeliharannya” Pak RT menjelaskan. 

Pak RT Daryono sendiri tinggal kurang lebih 200m dari tanah Pak Narto. Juga terletak di tanah hamparan girik C286 milik Salim Bin Sauih. Beliau membeli dari Yati binti Salim anak dari salim secara langsung.